Sidoarjo – Memperingati hari batik nasional yang jatuh pada 2 Oktober, belasan mantan pecandu narkoba di Sidoarjo Jawa Timur membatik. Selain sebagai upaya melestarikan warisan budaya bangsa indonesia, membatik dilakukan agar para mantan pecandu narkoba tetap bisa berkarya dan kembali berkumpul di tengah-tengah lingkungannya.
Aksi belasan mantan pecandu narkoba asal Desa Terung Wetan, Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, dalam memperingati hari batik nasional yang jatuh pada 2 Oktober.
Bertempat di kantor desa setempat, mantan pecandu narkoba baik laki-laki maupun perempuan ini tengah asyik dengan canting dan kain batik yang ia lukis di atas kain berwarna.
Dengan membatik, eks korban napza ini berupaya melahirkan sebuah karya yang bisa masyarakat luas terima. Mereka berharap ke depannya dapat memberikan peluang kerja bagi mantan pecandu narkoba, maupun pemuda lain yang ada di desanya.
Agustin Kristiana mengaku bangga bisa turut serta melestarikan warisan budaya bangsa. Ia kembali beraktivitas normal tanpa gangguan barang terlarang yang pernah menjeratnya.
Sementara itu kasi rehabilitasi BNNK Sidoarjo Abdul Muklis mengapresiasi kegiatan para eks korban napza itu. Pihaknya meminta kepada masyarakat agar mewaspadai, menghargai sesama dan selalu terbuka kepada keluarga dengan cara menjalin komunikasi yang baik. Sehingga, tidak terjerumus ke dalam pengaruh narkoba.
Batik hasil karya belasan pecandu naroba ini menurut rencana akan mendapat wadah pemerintah desa setempat melalui bumdes. Sehingga bisa terjual seharga 200 hingga 250 ribu rupiah perbijinya. (mk)







