spot_img
Trending
Kamis, Mei 28, 2026
Beranda RAGAM BERITA Sejumlah Protes Peserta Mapan Color Run Kota Kediri, Penyelenggara Harus Kembalikan Penuh...

Sejumlah Protes Peserta Mapan Color Run Kota Kediri, Penyelenggara Harus Kembalikan Penuh Uang Pendaftaran Ratusan Peserta

51

KEDIRI, MADU TV – Aksi sejumlah protes peserta Mapan Color Run 2025 yang kecewa dengan gelaran yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kediri melalui salah satu Event Organizer (EO) itu terungkap diberbagai platform media sosial maupun saat gelaran berlangsung.

Kegiatan yang semestinya menjadi ajang kegembiraan dengan “tepung” warna warni dilokasi start maupun disepanjang jembatan Brawijaya Kota Kediri menjadikan kekecewaan sejumlah peserta.

Acara yang digelar pada Minggu (14/9/2025) ini menuai banyak kritik pedas di media sosial karena sejumlah masalah teknis yang dianggap tidak profesional.

​Kekacauan Sejak Awal Sejak sebelum start, masalah sudah mulai muncul. Keterlambatan start, antrean panjang yang kacau balau, dan yang paling parah, habisnya jersey dan air minum, membuat para peserta frustrasi. Di media sosial, keluhan membanjiri akun-akun terkait.

​Akun TikTok @virasavhira dengan geram menuliskan kekecewaannya. Ia mengeluhkan minimnya informasi tentang ketersediaan jersey yang sudah habis bahkan sebelum hari-H.

“Waterstation pertama air minum habis, ambil medali antri crowded, gak dapat pisang sama air putih. Ya Allah EO-ne gak masuk blassss!!!” tulisnya, menggambarkan betapa amburadulnya manajemen acara.

​Keluhan serupa juga disampaikan oleh peserta asal Surabaya, Yahya (52). Ia mengaku kecewa karena tidak mendapatkan jersey dan hanya berjalan di tengah kerumunan.

​Menanggapi berbagai keluhan ini, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Zachrie Achmad kepada awak media mengakui adanya kekurangan. Ia menyebut bahwa semua masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk acara mendatang.

​”Dalam sebuah kegiatan pasti ada masukan dan kritikan sebagai bahan perbaikan,” ujar Zachrie.

​Terkait masalah jersey, Zachrie menjelaskan bahwa jersey yang tidak cocok seharusnya bisa ditukar pada pagi hari sebelum pelaksanaan. Namun, karena keterbatasan waktu, sebagian peserta diminta mencatat alamat mereka agar jersey bisa dikirim via pos. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah meminta penyelenggara untuk menjaga komunikasi dengan peserta.

​Meskipun demikian, banyak peserta berharap ada tindak lanjut konkret dari panitia, seperti pengembalian dana tiket atau distribusi perlengkapan yang belum diterima. Mereka tidak ingin janji perbaikan hanya sekadar wacana tanpa tindakan nyata.

Disisi lain Danang salah satu Penyelenggara (EO) saat dikonfirmasi terkait hal itu mengaku saat ini dilakukan refund alias pengembalian terhadap peserta yang kemarin dipastikan tidak dapat Jersey dan pihaknya mengakui serta minta maaf karena sebenarnya untuk penyediaan Jersey melalui Vendor sehingga ketika ada keterlambatan hingga hari H tidak mampu dicukupi sehingga terjadi persoalan itu saat di Balai Kota.

“Sejauh ini kami terus menjalin komunikasi kepada para peserta yang akan dikembalikan penuh uang pendaftarannya karena bener bener tidak dapat fasilitas khususnya Jersey.Dan setidaknya ada sekitar 150 peserta,”jelasnya,Senin (15/9/25)

Pihaknya sejauh ini juga terus menjalin komunikasi kepada Pemerintah Kota Kediri untuk mengatasi hal tersebut. (Ef)