
KOTAWARINGIN BARAT – Tragedi yang menyayat hati terjadi di atas kapal Awu milik PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada hari Rabu (15/11). Dalam peristiwa yang mengguncang tersebut, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka parah yang serius. Ke lima korban tersebut berhasil dievakuasi setelah kapal bersandar di Pelabuhan Kumai sekitar pukul 21.30 WIB.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh masalah sederhana, yaitu rebutan tempat tidur. Namun, akibat dari pertikaian tersebut sangat memprihatinkan.
Dua penumpang yang tewas dalam peristiwa ini diketahui sebagai pelaku pembunuhan, dan mereka menggunakan senjata tajam parang dalam tindakan kejam tersebut. Sementara itu, pelaku pembunuhan tersebut juga tewas setelah mendapat perlawanan dari penumpang kapal lainnya. Tiga penumpang lainnya mengalami luka parah akibat dari tindakan kekerasan pelaku, dengan rincian dua laki-laki dan satu perempuan.
Peristiwa tragis ini terjadi saat kapal masih berada di perairan sekitar Muara Kumai sekitar pukul 16.15 WIB. Respons cepat dari aparat kepolisian dari Polsubsektor Pelabuhan Kumai adalah tindakan yang sangat tepat, mereka segera tiba di lokasi begitu kapal bersandar. Selain itu, petugas kesehatan dan pengamanan pelabuhan juga turut berjaga, sehingga korban yang tewas dan luka-luka dapat segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanudin Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan dalam perjalanan kapal. Semoga para korban yang terlibat dalam tragedi ini dapat mendapatkan keadilan dan semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.







