
Surabaya – Masjid Maryam yang terletak di Jalan Manyar Sambongan, Surabaya, mulai ramai oleh jamaah. Setelah kuliah Subuh bertema “Pentingnya Kesehatan Demi Kelancaran Ibadah” yang disampaikan Ustadz Drs. Muhammad Saiful Bachri, suasana masjid terasa berbeda dari biasanya. Halaman masjid berubah menjadi arena layanan kesehatan gratis, Sabtu (16/8/2025),
Sejak pukul tujuh pagi, ratusan warga sudah mengantre rapi. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula lansia yang didampingi anaknya. Senyum dan rasa ingin tahu terpancar dari wajah mereka, seolah hari itu menjadi kesempatan emas untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Ketua Takmir Masjid Maryam, Ustadz Amir Jalaludin, berdiri menyambut warga. Dengan penuh semangat ia menegaskan, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga harus memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Hari kemerdekaan ini kami rayakan dengan berbagi kesehatan. Semoga warga lebih sadar bahwa menjaga tubuh sehat adalah bagian dari ibadah,” ujar Ustadz Amir.
Di sisi lain, tim medis dari Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Surabaya tampak sibuk mempersiapkan alat-alat pemeriksaan. Mulai dari tensimeter, alat cek kolesterol, gula darah, hingga peralatan pemeriksaan jantung. Suasana penuh kesibukan namun tetap hangat karena diselingi obrolan ringan antara dokter dan warga.
dr. Alqy Yutha, Sp.JP, dokter spesialis jantung yang memberikan penyuluhan pagi itu, mengingatkan bahwa penyakit jantung adalah ancaman nyata.
“Tahun 2016, sebanyak 36 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung. Indonesia bahkan menempati urutan ketiga tertinggi di ASEAN. Karena itu, gaya hidup sehat tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Warga terlihat antusias mengikuti setiap arahan dokter. Mafmudah, seorang ibu rumah tangga, mengaku lega setelah mendapat kesempatan memeriksa jantungnya.
“Kalau ke rumah sakit kan biayanya besar. Alhamdulillah di sini gratis, bisa tahu kondisi badan,” tutur Mafmudah.
Sementara Halini (63), warga lain yang ikut serta, juga menyampaikan harapannya.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Sangat membantu, terutama bagi kami yang ingin tetap sehat tapi terkendala biaya,” papar Halini.
Acara semakin hangat setelah doa bersama dan sarapan sederhana usai penyuluhan. Suasana kekeluargaan terasa, seakan masjid menjadi rumah besar bagi seluruh warga.
Pemeriksaan kesehatan gratis di Masjid Maryam ini bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, ia menjadi simbol bagaimana tempat ibadah dapat hadir sebagai pusat kehidupan masyarakat—menginspirasi, menyehatkan, dan menebar manfaat. (Red/Haq)




