Penjual Kurma di Kediri Tolak Memperdagangkan Kurma Asal Israel

KEDIRI, MADU TV – Majelis Ulama Indonesia (M.U.I) telah mengeluarkan fatwa haram menggunakan produk yang berafiliasi dengan Israel. Sejumlah pedagang kurma di Kota Kediri menyatakan penolakan mereka untuk memperdagangkan kurma asal Israel.

Seiring dengan himbauan dari M.U.I tentang fatwa haram menggunakan produk terafiliasi Israel, sejumlah penjual kurma di Kota Kediri mengaku tidak akan memperdagangkan kurma Israel. Salah satu contohnya terlihat di gerai pusat oleh-oleh Haji dan Umroh di Jalan Joyoboyo, Kota Kediri.

Terkait larangan M.U.I terhadap kurma Israel, salah satu pembeli kurma di Kediri mengaku khawatir. Rifki, pemilik toko, menyatakan bahwa sejak awal toko miliknya telah memiliki komitmen untuk tidak menjual kurma produk dari Israel. Hal ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi produk yang ditawarkan oleh supplier, bahkan meneliti produk yang berasal dari Palestina.

Rifki menambahkan bahwa pada bulan Ramadan tahun ini, penjualan kurma di Kota Kediri terlihat ramai pada awal bulan puasa, dengan pembeli dari masyarakat awam, instansi, hingga panitia pembagian takjil di masjid.

Dengan sikap penolakan ini, para penjual kurma di Kediri menunjukkan dukungan terhadap keputusan M.U.I dan komitmen untuk tidak menggunakan produk yang berafiliasi dengan Israel.