spot_img
Trending
Jumat, November 6, 2026
Beranda EKONOMI Masuk Tiga Besar Jawa Timur, HIPPA Suka Maju Sentong Andalkan Inovasi Digital...

Masuk Tiga Besar Jawa Timur, HIPPA Suka Maju Sentong Andalkan Inovasi Digital dan Kemandirian Petani

13
Profil SMK KH Ahmad Badjuri

PROBOLINGGO, MADUTV – Capaian tersebut mengantarkan tim juri Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan di Desa Sentong, Kamis, 5 November 2026. Penilaian ini bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi, paparan presentasi, dan praktik pengelolaan kelembagaan di lapangan.

Sebelumnya, HIPPA Suka Maju Sentong telah melewati tahapan seleksi awal dan presentasi di Malang pada 14 Oktober 2026. Keberhasilan menembus tiga besar menjadi bukti penguatan kelembagaan petani melalui inovasi dan pengelolaan irigasi yang mulai berkembang.
Kedatangan tim juri disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pengurus, serta anggota HIPPA Suka Maju Sentong.

Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang mendukung pencapaian tersebut. Dia meminta pengurus tidak cepat berpuas diri hanya karena berhasil masuk tiga besar.
Menurut dia, verifikasi lapangan menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa berbagai program dan inovasi yang dipaparkan saat seleksi di Malang benar-benar diterapkan.

“Jangan mau menerima juara 3. Buktikan hari ini bahwa verifikasi lapangan ini sesuai dengan yang disampaikan saat presentasi di Malang kemarin,” ujarnya.

Dia mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki rekam jejak cukup baik dalam kompetisi kelembagaan HIPPA. Daerah ini beberapa kali berhasil menembus tiga besar, dengan prestasi serupa terakhir diraih pada 2018.

Dia berharap capaian HIPPA Suka Maju Sentong dapat mendorong penguatan kelembagaan HIPPA lainnya. Dengan demikian, kemajuan organisasi petani tidak hanya terlihat dalam kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi sektor pertanian.

“Kita sudah jauh ketinggalan dengan poktan, tapi bukan berarti terlambat untuk mengembangkan HIPPA dan GHIPPA lagi. Tujuannya sama, untuk mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Dalam verifikasi tersebut, pengurus HIPPA Suka Maju Sentong memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi keunggulan kelembagaan. Inovasi itu mencakup pengelolaan administrasi, sistem komunikasi, teknologi pertanian, hingga pemantauan jaringan irigasi.

Dari sisi administrasi, HIPPA telah menerapkan penyimpanan dokumen secara digital melalui Google Drive. Koordinasi antaranggota juga dilakukan melalui grup WhatsApp untuk mempercepat penyampaian informasi.

Sementara dalam pengelolaan pertanian, HIPPA memanfaatkan drone sprayer untuk penyemprotan tanaman serta mesin combine harvester saat panen. Penggunaan teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan dan menekan biaya produksi petani.
HIPPA juga memperkenalkan inovasi Halo Sukamaju sebagai sarana pelaporan apabila ditemukan kerusakan atau persoalan pada saluran irigasi.
Inovasi lainnya adalah Debit Tangsan, alat sederhana untuk mengukur debit air di sejumlah box tersier. Alat ini diharapkan memudahkan pemantauan distribusi air agar pembagian irigasi dapat berlangsung lebih terukur.

Berbagai inovasi tersebut menunjukkan upaya HIPPA Suka Maju Sentong dalam mengembangkan pengelolaan pertanian yang lebih efektif. Penguatan teknologi juga diimbangi dengan keterlibatan anggota dalam menjaga jaringan irigasi dan keberlangsungan organisasi.

Sekretaris Dinas PU Provinsi Jawa Timur mengatakan verifikasi lapangan tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan dokumen administrasi. Tim juri juga menilai kepercayaan petani terhadap kelembagaan, komunikasi dengan anggota, pemeliharaan saluran irigasi, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pembagian air.

Kontribusi HIPPA terhadap ketahanan pangan dan kemandirian petani juga menjadi aspek penilaian.
Menurut dia, HIPPA Suka Maju Sentong layak masuk dalam tiga besar setelah melalui seleksi awal di Malang karena memiliki portofolio kelembagaan yang lengkap dan kinerja yang dapat dibuktikan.

Sementara itu, Fauzy Nasruddin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki C. Saputra mengatakan pemerintah daerah terus mendorong penguatan kelembagaan HIPPA melalui pembinaan lintas sektor.

Pembinaan tersebut melibatkan Bappeda dalam penguatan kelembagaan, Dinas PU pada infrastruktur irigasi, serta Dinas Pertanian dalam pengembangan sektor pertanian.

Saat ini, Kabupaten Probolinggo memiliki 289 HIPPA yang menjadi sasaran pembinaan dan pemberdayaan pemerintah daerah.
Hengki berharap seluruh kelembagaan tersebut mampu mengelola organisasi dan jaringan irigasi secara mandiri, termasuk melalui iuran anggota dan pemanfaatan hasil panen.

“Harapannya nanti HIPPA bisa mandiri. Uangnya dari urunan, dari hasil panen, sehingga salurannya bisa terawat dengan baik dan produksi pertanian akan maksimal,” ujarnya.

Masuknya HIPPA Suka Maju Sentong dalam tiga besar tingkat Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat peran kelembagaan petani. Pemerintah daerah berharap inovasi yang dikembangkan dapat direplikasi oleh HIPPA lainnya sehingga pengelolaan irigasi semakin baik dan kemandirian petani semakin kuat. (Gus)

Donasi Penghapal Al Quran