Kasus COVID-19 Bertambah 16.899, Paling Banyak dari Jawa Barat

89
Arsip Foto. Petugas kesehatan melakukan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada siswa yang akan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/8/2021). (ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc)
Arsip Foto. Petugas kesehatan melakukan prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada siswa yang akan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Perguruan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/8/2021). (ANTARA FOTO/Maulana Surya/foc)

Jakarta – Kasus penularan COVID-19 bertambah 16.899. Jawa Barat menjadi provinsi dengan tambahan kasus paling banyak dengan 5.058 kasus COVID-19 baru.  Menurut data Kementerian Kesehatan pada Kamis.

Selain Jawa Barat, provinsi yang tambahan kasusnya tergolong banyak meliputi 1. Jawa Timur (1.354), 2. Sumatera Utara (975), 3. Jawa Tengah (811), 4. D.I. Yogyakarta (795).

Dengan adanya tambahan 16.899 kasus baru. Jumlah akumulatif warga Indonesia yang terserang COVID-19 seluruhnya menjadi 4.043.736 orang. Sejak kasus COVID-19 pertama terdeteksi pada Maret 2020 sampai sekarang.

Menurut data Kementerian Kesehatan. Jumlah penderita COVID-19 yang sudah sembuh bertambah 30.099 menjadi total 3.669.966 orang. Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia bertambah 889 menjadi seluruhnya 130.182 orang.

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan tambahan kasus kematian akibat COVID-19 paling banyak (235). Menyusul Jawa Timur (161), Jawa Tengah (76), serta Sumatera Utara dan Bali dengan masing-masing 51 kasus kematian.

Jumlah pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri tercatat 243.588 orang, turun dari 14.089 orang pada Rabu (25/8).

Selain itu ada 255.969 orang yang masuk dalam kategori suspek, diduga terserang COVID-19.(antara/*)