spot_img
Trending
Selasa, Agustus 18, 2026
Beranda NASIONAL Karhutla Bromo, Utusan Presiden Bidang Pariwisata Turun Cek Lokasi Terdampak

Karhutla Bromo, Utusan Presiden Bidang Pariwisata Turun Cek Lokasi Terdampak

6

MADUTV, BLITAR – Presiden Prabowo Subianto mengirim utusan khusus untuk meninjau langsung kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di Probolinggo, Jawa Timur.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi terkini kawasan terdampak sekaligus mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata Bromo.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Indra Sutanto, meninjau langsung tiga titik yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Ketiga lokasi tersebut yakni Puncak Seruni Point Cemoro Lawang, P-30 Sumber di Kabupaten Probolinggo, serta Kusung Duwu di Kabupaten Pasuruan.

Dari hasil peninjauan, kondisi terkini kawasan terdampak akan segera dilaporkan kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Pemerintah juga mendorong agar proses pemulihan dapat dilakukan secepatnya, sehingga aktivitas pariwisata di kawasan Bromo bisa kembali dibuka.

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat di sekitar kawasan TNBTS

Akan saya sampaikan kepada Rilnya seperti apa keadaan di sini, juga berapa total luasnya dan yang terdampak. Nanti agar bisa di-follow up secepatnya. Dan juga agar wisata ini segera dibuka, karena warga lokal mata pencahariannya adalah pariwisata.”

Sementara itu, Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Infanteri Wahyu Ramadhanus Suryawan, menyebut kebakaran yang berlangsung selama 13 hari tersebut menghanguskan lahan hingga mencapai 1.120,3 hektare.

Namun, kondisi terkini dinyatakan sudah terkendali. Api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada lagi penambahan luas wilayah yang terbakar.

Luasan kebakaran per hari ini 1.120,3 hektare. Alhamdulillah sudah padam, jadi tidak ada lagi penambahan luasan kebakaran.”

Di sisi lain, Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan, pihaknya tengah mempertimbangkan pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Namun, pembukaan baru akan dilakukan setelah kondisi kawasan dipastikan benar-benar aman bagi wisatawan dan petugas.

Saat ini, seluruh aktivitas di kawasan terdampak masih dibatasi dan hanya diperbolehkan untuk kegiatan pemadaman.

Seluruh kegiatan apapun tidak diperkenankan selain kegiatan pemadaman. Jika dirasa sudah betul-betul aman, maka nanti akan segera kita buka kembali.

Dengan luas kawasan terbakar mencapai lebih dari 1.120 hektare, pemerintah kini berfokus pada memastikan keamanan kawasan sekaligus mempercepat pemulihan pariwisata Bromo.

Pembukaan kembali destinasi wisata akan dilakukan setelah kondisi kawasan dinyatakan aman dan aktivitas pemadaman sepenuhnya selesai. (Gus)