
KEDIRI, MADUTV – Jelang Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Kediri 27 November 2024 mendatang, pembahasan Alat Kelengkapan Dewan DPRD Kota Kediri diprediksi bakal “Alot”. Ketua DPD Partai Golkar Sudjono Teguh Wijaya tidak ingin terburu-buru dalam menentukan sikap pembentukan Alat Kelengkapan Dewan jelang Proses Pencalonan dalam Pilkada Kota Kediri.
Pak Jono panggilan akrab Ketua DPD Partai Golkar ini menuturkan, sejauh ini memang sudah ada “penjajakan” pembicaraan atas AKD DPRD Kota Kediri namun dirinya lebih bersikap pasif menuggu pembahasan di internal Partainya.
“Terkait Alat Kelengkapan Dewan kami tidak akan muluk muluk mas, terpenting sesuai Prosedural aja karena kami tahun ini mendapatkan 5 kursi legislatif periode 2024-2029 sehingga untuk pembahasan atau keputusannya perlu konsolidasi diinternal partainya,”tandasnya, Kamis (25/7/2024).
Sujono Teguh Wijaya yang juga Pengusaha Sukses di Kota Kediri ini mengaku tidak ingin “minta” atau memaksakan diri harus ditempatkan di AKD tertentu, seperti di Komisi A,B,C atau Bahkan Badan Anggaran serta lainnya, terpenting nanti sesuai Prosedur resmi di Kedewanan.
“Kami berharap nantinya tidak ada sesuatu yang bagaimana-bagaimana dalam pembentukan AKD ini, Karen nantinya ini juga berkait dengan roda jalannya pemerintahan yang akan datang karena antara Eksekutif dan Legislatif harus selaras, karena siapa yang diusung menjadi calon walikota dan wakil walikota Kediri atau yang terpilih kelak harus menunggu dari keputusan Partai Pengusung kelak sehingga Prosedurnya harus kita jalani dengan baik,”tegasnya.(Ef)




