
Sidoarjo – Pagi ini, puluhan warga Jawa Timur berkumpul di Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, untuk menikmati sarapan gratis yang diselenggarakan oleh warga setempat. Di tengah kenaikan harga beras yang terus melambung tinggi, inisiatif ini dianggap sebagai tindakan peduli yang sangat membantu masyarakat.
Setiap hari Sabtu pagi, sebuah tenda yang didirikan oleh salah satu warga menjadi saksi antusiasme warga yang mengantri untuk mendapatkan hidangan lezat. Menu sarapan gratis yang tersedia sangat beragam, mulai dari ayam kecap, ayam goreng, tahu, tempe, kering tempe, ikan tongkol, udang, hingga telur dadar dan berbagai pilihan lainnya. Untuk pelengkap, tersedia juga sayuran seperti sayur lodeh, sayur sop, dan puding. Minuman seperti air mineral, teh hangat, dan es cau juga disediakan dengan baik.
Sarapan gratis ini tidak hanya menarik warga Sidoarjo, tetapi juga warga Surabaya yang bekerja di kawasan Krian. Tak heran jika dalam waktu sekitar dua jam, seluruh hidangan ludes dimakan oleh warga dan pengendara yang melintas di Jalan Raya Pilang.
Beberapa warga yang kami temui menyatakan kebahagiaan mereka atas adanya sarapan gratis ini. Mereka merasa inisiatif ini sangat membantu dalam menghemat uang belanja mereka, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama beras.
Sudarmaji, warga Wonoayu, mengatakan, “Ini sungguh berarti bagi kami. Sarapan gratis ini membantu kami menghemat pengeluaran dan memberikan semangat positif di pagi hari.”
Nunung, seorang warga Sidoarjo, menambahkan, “Kami sangat berterima kasih kepada warga Pilang yang peduli. Semoga inisiatif seperti ini bisa menjadi contoh yang diikuti oleh masyarakat lain.”
Dodi, warga Surabaya, juga menyambut baik kebaikan ini, “Sarapan gratis di sini sangat lezat dan membantu saya saat akan berangkat bekerja.”
Salah satu pengelola sarapan gratis mengungkapkan bahwa inisiatif ini telah berlangsung selama setahun terakhir sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar dan untuk mempererat tali persaudaraan. Menu yang disediakan terus berinovasi, dengan kuantitas nasi yang awalnya hanya tiga hingga empat kilogram kini meningkat menjadi tujuh hingga delapan kilogram, karena banyaknya warga yang memanfaatkan sarapan gratis ini.
Meskipun harga kebutuhan pokok terus melonjak, pengelola sarapan gratis tidak merasa rugi. Mereka yakin bahwa dengan memberikan kepada masyarakat, rezeki mereka juga akan bertambah.
Hj. Sholihah, salah satu pengelola, berkata, “Kami harap pemerintah dapat menstabilkan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya. Semoga juga lebih banyak dermawan lain yang dapat menyelenggarakan kegiatan serupa.”
Dengan berita baik ini datang dari Sidoarjo, kita diingatkan bahwa kebaikan dan solidaritas tetap hidup di tengah tantangan ekonomi. Semoga inisiatif seperti ini dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.







