spot_img
Jumat, April 24, 2026
Beranda PEMERINTAHAN Bangunan Rusak, Komplek Kantor Bupati Alami Kerugian Ditaksir Rp135 Miliar, Aset Yang...

Bangunan Rusak, Komplek Kantor Bupati Alami Kerugian Ditaksir Rp135 Miliar, Aset Yang Utuh Ditempatkan di Lokasi Rahasia

16

​KEDIRI, MADU TV – Aksi Massa Demo Berujung Kerusuhan dan Penjarahan serta Pembakaran aset Negara di Kawasan Kantor Bupati Kediri hingga. Bangunan Kantor Rusak berat membuat Kerugian ditaksir sekitar 135 Milliar.

Sementara dari kejadian itu juga Pemkab Kediri berusaha selamatkan barang barang yang masih tersisa serta mengumpulkan pengembalian barang dari penjarah yang saat ini harus ditampung di tempat “Rahasia”

Kebakaran hebat yang melanda Kantor Bupati Kediri itu kini menyisakan duka mendalam, sehingga semangat untuk bangkit harus ditumbuhkan secara bersama sama, Budaya Gotong Royong harus kembali muncul dalam tindakan. Pembersihan puing-puing terus dilakukan.

​Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menjelaskan, kondisi operasional kantor sudah kembali normal, meski beberapa ruangan tidak dapat digunakan.

“Antar-OPD saling berbagi ruangan agar pekerjaan bisa terus berjalan dan kondisi bangunan sudah banyak yang rusak seperti Atap yang rapuh karena terbakar sehingga membahayakan,” ujar Mas Bup Dhito sapaan akrab Bupati Kediiri

​Dan saat ini tantangan besar didepan mata karena pembangunan kembali gedung yang hancur harus segera dilakukan.

Mas Dhito menyebut, pemulihan ini sangat bergantung pada ketersediaan dana.

“Siang ini kami akan mengajukan surat ke Kementerian PUPR untuk meminta bantuan pendanaan,” jelasnya.

​Kerusakan parah melanda sejumlah bagian vital, termasuk ruang kerja Sekda, Bupati, Wakil Bupati, Inspektorat, dan Kebangpol. Beberapa gedung di sisi timur, seperti Super Tabung dan BPKAD, masih bisa diselamatkan.

Dan sejauh ini untuk Proses ​Pembersihan sudah 60% dan untuk Aset Kembali Dihitung dan ditargetkan rampung besok.

Untuk mempercepat proses, Pemkab Kediri mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti dan gotong royong. Apel pagi dijadwalkan besok pukul 08.00 WIB, dengan penekanan pada keselamatan, mengingat beberapa area masih rawan ambruk.

​Selain itu, Mas Dhito juga mengungkapkan bahwa sudah banyak yang mengembalikan barang jarahan, Ketika diitanya terkait tempat penyimpanan barang jarahan, “Rahasia takut nanti dijarah lagi,” Jawab Mas Dhito dengan bergurau.

​Pentingnya Membedakan “Patung” dan “Arca”
​Bupati Hanindhito Himawan Pramana juga meluruskan kesimpangsiuran mengenai hilangnya artefak. Ia menegaskan, yang hilang dari kompleks perkantoran adalah arca, bukan patung.

“Masyarakat jangan tertukar. Arca yang di kami itu yang hilang, kalau patung itu yang kemarin ditemukan di tempat Patung Hutan Joyoboyo,” jelasnya.

​Mas Dhito menambahkan, “Sebuah benda baru bisa disebut arca jika usianya sudah mencapai 1000 tahun. Jika baru beberapa bulan, itu masih patung.” Pernyataan ini sekaligus memberikan edukasi kepada publik mengenai perbedaan istilah yang sering kali dianggap sama.

​Kebangkitan dari tragedi ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk membangun kembali Kabupaten Kediri yang lebih tangguh. “Dari sisa-sisa puing inilah kita bisa kembali bangkit,” pungkas Mas Dhito. (Ef)