Blitar – Sebanyak 5.000 liter minyak goreng ludes diserbu warga dalam operasi pasar di Blitar. Dinas Perdagangan (Disnag) Pemkab Blitar akan rutin menggelar operasi pasar selama harga minyak goreng belum stabil hingga enam bulan ke depan.
operasi pasar minyak goreng ini digelar di lima lokasi. Yakni di Pasar Wlingi, Srengat, Kademangan, Kanigoro, dan di Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi. Masing-masing lokasi disediakan 1.000 liter minyak goreng. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, stok yang tersedia habis diserbu warga. Mereka rela menunggu stan operasi pasar dibuka setelah sehari sebelumnya ada pemberitahuan melalui desa.
Sementara itu, salah seorang warga yang merupakana pelaku UKM produsen keripik pisang mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar minyak goreng ini. Pasalnya, ia tidak bisa menaikkan harga jual keripik pisangnya. Padahal biaya produksinya naik hingga 20 persen. Selain harga minyak goreng naik hingga rp 4.000 per liter, harga elpiji 3 kg juga naik dikisaran Rp 3.000.
Ia merasa sangat terbantu dengan adanya operasi pasar minyak goreng murah ini.
Warga memang dibatasi hanya membeli dua liter per orang. Warga juga diminta membawa foto kopi KTP untuk mengutamakan warga sekitar dan tidak ada aksi borong yang dilakukan oleh orang yang sama.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Eka Purwanta mengatakan, harga minyak goreng di Kabupaten Blitar belum bisa diterapkan satu harga. Hal ini karena para pedagang masih memiliki banyak stok dengan harga kulakan lama yang lebih tinggi. (red)







