spot_img
Kamis, April 30, 2026
Beranda Blitar Warga Kota Blitar Miliki Foto Langka Sejarah Proklamasi 1945

Warga Kota Blitar Miliki Foto Langka Sejarah Proklamasi 1945

431

Blitar – Foto langka seputar proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini disebut jarang terpublikasi. Foto seputar proklamasi itu selama ini tersimpan di Belanda.

Berkat warga Kota Blitar, foto-foto tersebut kini bisa dilihat seluruh warga Indonesia.

Dia adalah Rully Agassy warga Perumahan Tanjungsari Regency Kota Blitar yang memiliki 12 foto langka seputar peristiwa proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Foto itu ia dapatkan langsung dari Netherlands Institute for Military History (NIMH), lembaga di bawah kementrian pertahanan Belanda.

Dia menceritakan awal mula mendapatkan foto-foto langka tersebut. Pada tahun 2016, ia memulai mengoleksi foto sejarah. Rully kemudian berlabuh pada website NIMH untuk mencari foto foto saat Belanda menduduki Indonesia.

Akhirnya ia menemukan 12 foto langka seputar proklamasi itu pada 2016. Kemudian, Rully mengirimkan surat pengajuan izin publikasi foto foto itu kepada NIMH. Rully mengatakan, dalam pengajuan itu disebutkan bahwa ia adalah pecinta sejarah dan tertarik dengan foto seputar proklamasi yang ada di NIMH.

“Saya sebutkan bukan hanya untuk saya sendiri tetapi untuk dipublikasikan di media sosial saya. Saya akan publikasikan supaya generasi muda Indonesia tahu,” ujarnya.

Tak mudah untuk mendapatkan balasan dari NIMH. Ia harus bersabar dan menunggu waktu hingga dua tahun sampai pihak Belanda mengizinkan foto- foto di website mereka diunggah kembali ke media sosial.

Foto-foto itu kemudian membuat heboh begitu dibagikannya di media sosial. Ia sampai dihubungi keluarga Suwiryo Wakil Wali Kota Jakarta di masa tahun 45 itu. Itu karena ada foto Suwiryo sedang menyampaikan sambutan sebelum proklamasi.

Diantara foto langka tersebut memang menggambarkan,
Pidato sambutan Suwiryo selaku Wakil Wali Kota Jakarta tahun 1945.

“Keluarga pak Suwiryo selama ini tidak tahu bahwa kakek nya terlibat dalam peristiwa proklamasi,” lanjutnya.

Menurut Rully, kemungkinan foto foto tersebut ada di Indonesia namun tidak dipublikasikan. Biasanya yang dipublikasikan foto seputar proklamasi hanya dua atau tiga foto.

“Lah ini ada dua belas. Ternyata selama ini lebih dari empat foto yang diambil saat proklamasi,” tambahnya

Saat ini, Rully aktif di Komunitas Album Sejarah Indonesia. Komunitas itu menggali sejarah dari para veteran yang mereka kunjungi. Rully mengemukakan, para veteran adalah pelaku sejarah. Maka Menurutnya penting untuk menggali sejarah langsung dari para pelaku yang masih hidup. Dikatakannya, mendengar cerita langsung dari para veteran bisa membuat suasana seperti terlibat dalam peperangan.

“Mumpung beliau (veteran) masih sehat, kita sebagai generasi bangsa mengingat perjuangan mereka dengan berkunjung dan bersilaturahmi.Hasil kunjungan itu kami unggah ke laman media sosial lengkap dengan foto dan narasi cerita perjuangan beliau,” jelasnya.

Pada kunjungan itu, Komunitas Album Sejarah Indonesia berbagi foto kondisi bangsa Indonesia pada jaman penjajahan Belanda ke Veteran. Rully menyebutkan, komunitasnya memiliki ratusan foto kondisi bangsa Indonesia pada masa pendudukan Belanda. Ia mengunduh foto foto tersebut dari Arsip Nasional Belanda.

“Memang websitenya ada, masyarakat umum juga bisa akses. tapi kalau bisa diambil fotonya, itu memiliki resolusi yang rendah. dan kalau kita asal ambil, takutnya ada masalah nantinya,” jelas rully.(sk)