
Kediri – Lonjakan kasus Covid-19 Indonesia terus terjadi sejak akhir Januari 2022. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rabu (2/2) menyebut, Indonesia telah masuk gelombang tiga Covid-19. Berdasarkan data Kemenkes RI per 4 Februari 2022, menembus angka 32.211 kasus baru terdeteksi secara nasional. Kenaikan kasus di Indonesia juga diikuti kenaikan kasus di berbagai daerah termasuk di Kota Kediri.
Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Forkopimda Kota Kediri berkoordinasi menyusun langkah antisipasi menekan dampak gelombang tiga Covid-19. Belajar dari lonjakan kasus Covid-19 di tahun 2021 lalu, penanganan dari hulu ke hilir akan dilakukan.
โKami akan siapkan Isoter, menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit, serta memastikan ketersediaan obat dan suplai oksigen. Kami persiapkan semua agar ketika terjadi lonjakan kasus bisa tertangani. Semoga saja tidak terjadi lonjakan kasus yang tinggi,โ ujarnya, Sabtu (5/2).
Masuknya gelombang ketiga ini, Wali Kota Kediri mengimbau masyarakat tidak panik namun wajib waspada. Protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi tameng untuk menghadapi Covid-19. Bagi masyarakat yang belum vaksinasi dosis satu, dua maupun booster bisa segera mendatangi berbagai fasilitas kesehatan di Kota Kediri.
โSementara untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan bisa ditunda dulu. Mulai minggu depan kegiatan pembelajaran tatap muka dilaksanakan 50 persen. Serta untuk kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan protokol kesehatan ketat,โ jelasnya.
Wali Kota Kediri juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan pola hidup bersih dan sehat. Apalagi di masa pandemi pola hidup bersih dan sehat sangat penting untuk menjaga tubuh agar tidak mudah sakit.
โVarian omicron ini gejalanya tidak parah walaupun penularan cepat. Jadi masyarakat tidak perlu ke rumah sakit apabila tidak bergejala berat. Cukup isoman, perbanyak minum vitamin dan tingkatkan imunitas. Semoga kita bisa kendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri,โ pungkasnya. (me)







