
Purbalingga –ย Kasat Lantas Polres Purbalingga, AKP Rizky Widyo Pratomo, S.I.K. menyampaikan penjelasan terkait kecelakaanย yang melibatkan bus. Tepatnya yang terjadi di Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kec. Karangreja, Kab. Purbalingga (3/3/2022). Kecelakaan tersebut menewaskan satu kernet bus.
Bus pariwisata nopol B 7086 KAA mengangkut rombongan siswa (530 dan guru pendamping Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ma’arif Kudus. Mereka rencananya akan berwisata ke kawasan objek wisata Baturraden Banyumas. ย Akibat kecelakaan ini, kernet bus meninggal dunia dan 21 penumpang luka-luka.
Sang kondektur meninggal setelah terimpit karena bagian depan menghantam tebing.
Total penumpang bus ada 53 orang. Sebagian penumpang mengalami luka berat sebagian luka ringan.
Mereka yang terluka dirawat di PKU Muhammadiyah Bobotsari dan RSUD Guteng Taroenadibrata. Sebagian dirawat di Puskesmas Karangreja. Mereka yang selamat dipulangkan ke Kudus menggunakan bus. Namun proses evakuasi harus menunggu sampai para siswa pulih dari trauma. Sebagian masih trauma naik bus setelah peristiwa kecelakaan tersebut.
Di antara penumpang, juga ada bayi 8 bulan yang ikut terluka. Bayi itu dibawa ke PKU Muhammadiyah sebelum akhirnya dibawa ke RSUD Guteng Taroenadibrata karena mengalami luka parah. Jamal, dokter PKU Muhammadiyah mengatakan ada 13 orang yang dilarikan ke PKU Muhammadiyah Bobotsari. Sebanyak lima orang mengalami patah tulang, satu orang dislokasi persendian, lainnya luka pada dada dan kepala.
Hari itu juga pasien yang memerlukan operasi langsung ditangani di PKU Muhammadiyah Bobotsari.
โTotal ada 13 pasien, yang kami rawat ada delapan,โ kata dia.
Sementara Kanit Laka Polres Purbalingga, Iptu Rohmat, mengatakan sopir tidak mengenal medan karena baru pertama lewat jalur Bayeman. Karena itu, sopir tidak tahu kalau dari jarak 50 meter sudah ada jalur penyelamat jika mengalami rem blong.
Lokasi kecelakaan memang persis berada 50 meter dari jalur penyelamat. Jika bus masuk jalur penyelamat, diperkirakan korban tak sebanyak yang terjadi.
Untuk sementara, kecelakaan diduga karena rem bus blong setelah melewati turunan panjang dan berkelok.
โPenyebab kecelakaan pasti masih dalam penyelidikan,โ kata dia.
Hingga sore hari, bus belum juga berhasil diderek karena bagian kemudi hancur berbenturan dengan tebing. (red)







