spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Jawa Timur Tulungagung – Semarak Menuju Milad ke-26 Laznas LMI Launching “Sapa Si Yatim”

Tulungagung – Semarak Menuju Milad ke-26 Laznas LMI Launching “Sapa Si Yatim”

236

Tulungagung – Rabu 15 September 2021 Semarak Menuju Milad ke-26 Laznas LMI yang memasuki 26 tahun. Dalam rangka memperingati hari lahir ini, Laznas LMI melaunching “Sapa Si Yatim” yang bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso.

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan saat ini. Termasuk bagi anak-anak. Anak-anak juga kerap berpotensi kehilangan orang-orang terdekat mereka yang meninggal akibat Covid-19. Hal ini membuat banyak anak akhirnya harus menjadi anak yatim piatu dan yatim piatu.

Bupati Tulungagung turut hadir dalam acara. Selain itu, ada kepala Bappeda, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten. Ada Sekda asisten pemerintahan dan kesra, staf ahli perangkat daerah Bappeda BPKAD, Kepala Dinas kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga. Kemudian, Kepala dinas sosial, kepala dinas KB pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa. Kepala pemerintahan agama, kepala cabang dinas pendidikan menengah Kabupaten Tulungagung, Kepala Dinas tenaga Kerja dan transmigrasi. Kepala dinas kependudukan dan capil, Kepala Dinas kominfo rumah sakit darurat dokter Iskak bagian umum. Bagian protokol kesehatan dan komunikasi pimpinan bagian kesra.

Dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 pada anak-anak yang orangtuanya meninggal, memerlukan keterlibatan banyak pihak. Baik pemerintah masyarakat dunia usaha maupun akademis.

Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan saat ini termasuk bagi anak-anak. Selain adanya ketakutan akan terpapar Covid-19, anak-anak juga kerap berpotensi kehilangan orang-orang terdekat mereka yang meninggal akibat Covid-19. Hal ini membuat banyak anak akhirnya harus menjadi anak yatim piatu dan yatim piatu.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Satgas penanganan Covid 19 per tanggal 7 September 2021. Sebanyak 65 anak yang tersebar di 19 Kecamatan yang orang tuanya meninggal karena terpapar Covid 19. Atas anak ini memerlukan kebutuhan dasar pokok dan spesifik akte kelahiran, akte kematian orang tua, kartu identitas anak, kartu keluarga. Pelayanan baik berupa layanan pendidikan kesehatan psikososial maupun pengasuhan.

Berdasarkan data dari Satgas Covid 19 Jawa Timur 2 September 2021 mengetahui ada 7111 anak menjadi yatim piatu. Yatim atau piatu pada sisi lain jumlah anak yang terpapar Covid 19 sebanyak 35 717 anak dan 161 anak meninggal dunia. Karena itu pemerintah telah menetapkan kebijakan percepatan vaksinasi bagi anak-anak minimal usia 12 tahun.

Untuk itu perlu adanya suatu program yang secara komprehensif dan terintegrasi memberikan penanganan dan memastikan hak dasar anak terpenuhi program sapa merupakan konsep program yang memberikan layanan menyeluruh bagi anak yang ditinggal orang tua karena Covid-19 baik dari sisi pendidikan kesehatan psikososial pengasuhan maupun pemenuhan hak catatan sipil melalui unit layanan terpadu perlindungan sosial anak integratif sebagai pintu masuk pemberian layanan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan anak serta dengan kolaborasi dan Sinergi antara pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Tulungagung termasuk dengan tim penggerak PKK basnas mi dan organisasi masyarakat.

Tujuan dari program sapa si yatim yaitu memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi dan memastikan kebutuhan anak lainnya berupa pendampingan psikososial pendidikan kesehatan pengasuhan dapat terpenuhi.(red)