spot_img
Kamis, April 30, 2026
Beranda Jawa Timur Tulungagung – Jamasan Tombak Pusaka Andalan Kabupaten Tulungagung, Kanjeng Kyai Upas

Tulungagung – Jamasan Tombak Pusaka Andalan Kabupaten Tulungagung, Kanjeng Kyai Upas

254

Tulungagung – Sudah menjadi agenda rutin tahunan tradisi jamasan (memandikan) Tombak Kanjeng Kyai Upas terlaksana pada setiap bulan Suro, penanggalan Jawa. Jamasan tahun ini  jatuh pada hari Jumat Pon tanggal 11 Suro 1955 atau 11 Muharam 1443 H.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, kepada wartawan mengatakan, secara historikal, jamasan telah menjadi kebiasaan sejak dulu ketika RM Pringgo Koesoemo menjabat. Ia yang membawa pusaka Tombak Kyai Upas. Pusaka tersebut merupakan pusakan andalan Kabupaten Tulungagung.

“Tombak Kanjeng Kyai Upas ini merupakan menjadi penguat spirit mental para  pejabat waktu dulu, sejak Bupati Tulungagung ke – 4, RM Pringgo Koesoemo,  dan turun – turun sampai Bupati saat ini. Pusaka ini juga merupakan salah satu bentuk komando kepercayaan dari kerajaan Mataram kepada Kadipaten Ngrowo. Yang kemudian Ngrowo beralih menjadi Kabupaten Tulungagung,” ujar Maryoto, di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung seusai prosesi jamasan. Jumat (20/08/2021).

Bupati mengakui ada hal yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya. Perbedaan ini terjadi karena saat ini situasi masih dalam masa pandemi Covid – 19.  Menurutnya, sebelum masa pandemi, pusaka dan tujuh jenis air yang digunakan untuk jamasan diarak dari luar dengan pasukan Sakbergodo atau satu kesatuan dengan iringan kesenian tradisional. Akan tetapi di era pandemi kali ini, jamasan terlaksana secara sederhana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Bambang Ermawan, menambahkan, prosesi jamasan ini untuk mengenang sejarah sekaligus untuk melestarikan warisan budaya adiluhung yang ada di Tulungagung.

Adapun prosesi jamasan pusaka, berawal dengan penyerahan air suci dari sembilan mata air di wilayah Tulungagung yang para dayang bawa dengan iringan kesenian tradisional Reog Kendang. Selanjutnya, air suci tersebut Bupati Tulungagung terima untuk memandikan tombak pusaka Tombak Kyai Upas. Setelah itu, tombak Kyai Upas Forkopimda Tulungagung keluarkan dari tempat penyimpanan dan mereka bawa ke tempat jamasan.

Dalam prosesi jamasan pusaka tersebut, teriring bacaan surat Yasin dan Tahlil, serta iringan gamelan.

Pada prosesi jamasan kali ini, masyarakat Kelurahan Kepatihan dan sekitar hanya bisa melihat dari luar pagar halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tulungagung. Hal ini karena pintu pagar mendapat penjagaan petugas keamanan.

Tampak hadir dalam prosesi jamasan tombak pusaka Tombak Kyai Upas tahun ini, Bupati Tulungagung, ketua DPRD Marsono. Ada juga Dandim 0807 Letkol Mulyo Junaidi, dan Wakapolres Tulungagung Kompol Christopher Lebang. (red)