
MADUTV, MADIUN – Perjalanan kereta api di wilayah Daop 7 Madiun sempat mengalami gangguan akibat sebuah truk bermuatan bata ringan yang mengalami patah as roda tepat di atas perlintasan kereta api. Insiden ini terjadi pada Kamis malam,(07/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa berlangsung di JPL 136 KM 164+887 emplasemen Stasiun Madiun, tepatnya di wilayah Sukosari, di antara Stasiun Madiun dan Babadan. Truk yang dikemudikan Farid Setiawan tersebut mendadak mogok di tengah perlintasan setelah as roda patah. Kendaraan diketahui mengangkut bata hebel dan hendak menuju Ponorogo, serta diduga membawa muatan melebihi tonase.
Posisi truk yang tepat berada di area rel membuat jalur kereta api sempat tidak dapat dilalui. Akibatnya, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan, salah satunya KA BIAS tujuan Caruban yang tertahan hingga 36 menit.
Selama proses penanganan, jalur hulu tidak dapat dilalui sehingga kereta api yang melintas menggunakan jalur hilir secara bergantian. Proses evakuasi pun berlangsung cukup lama karena kondisi truk mengalami kerusakan pada bagian gardan dan beberapa bagian kendaraan menancap di aspal perlintasan.
Upaya awal evakuasi menggunakan truk derek milik Dinas Perhubungan belum membuahkan hasil. Petugas akhirnya mendatangkan alat berat untuk mengangkat bagian belakang truk. Setelah berhasil diangkat, truk kemudian didorong dan digeser keluar dari area rel.
Selama proses evakuasi, petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Madiun turut membantu mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat di sekitar lokasi kejadian.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan akibat insiden tersebut satu jalur sempat tidak dapat dilalui sehingga beberapa perjalanan kereta mengalami keterlambatan.
“Dampak dari mogoknya truk di perlintasan 136 Sukosari, di antara Stasiun Madiun dan Babadan, tentunya mengganggu perjalanan kereta api. Dalam hal ini KA BIAS yang menuju Caruban sempat terganggu selama 36 menit karena harus dilakukan lansir dan melalui jalur hulu,” ujar Tohari.
Pada pukul 20.50 WIB, jalur kereta api dinyatakan kembali aman dan dapat dilalui seperti biasa. KAI memastikan perjalanan kereta api jarak jauh tidak terdampak signifikan karena dari arah timur masih bisa dilalui.
KAI mengingatkan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama. (Rie)







