Banyuwangi – Peristiwa tragis terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.00, di Dusun Tempurejo RT/2 RW/2 Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Motif pelaku, Boyamin, tega membacok istri dan anak tirinya lantaran menolak diceraikan oleh istrinya. Kondisi ini membuat pelaku tidak dapat mengendalikan diri. Setelah membacok istri dan anaknya, pelaku mencoba mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pisau dapur ke perutnya.
Kapolsek Gambiran, AKP Abdul Rohman, menjelaskan kronologi peristiwa pembacokan tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut bermula ketika Boyamin ingin menyelesaikan permasalahan rumah tangganya dengan istrinya, Sulistyowati, di rumah anak tirinya, Dedy Kurniawan, di Dusun Tempurejo RT/2 RW/2 Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.
Namun, percakapan tersebut berujung pertengkaran besar yang membuat Boyamin kehilangan kendali dan membacok korban, anak tirinya, Dedy Setiawan. Korban kemudian berlari ke depan rumahnya dan berteriak minta tolong kepada tetangganya.
Mengetahui anaknya dibacok, Sulistyowati berusaha menolong, namun terpeleset di tangga rumah dan juga menjadi korban bacokan Boyamin. Menyadari dua korban sudah terluka parah dan meminta tolong, Boyamin lari ke dapur dan menusuk perutnya sendiri dengan pisau hingga terkapar.
Warga setempat langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, sementara sebagian lainnya menghubungi pihak kepolisian. Saat ini, ketiga individu tersebut berada dalam perawatan intensif di rumah sakit yang berbeda.
Dalam wawancara, AKP Abdul Rohman, Kapolsek Gambiran, memberikan informasi tambahan bahwa kasus perceraian antara pelaku dan korban telah berlangsung di Pengadilan Agama. Proses persidangan telah berlangsung hingga kurang lebih 10 kali namun belum menghasilkan keputusan cerai.(aw)







