TULUNGAGUNG – Sedikitnya terdapat 31 warga di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, yang terserang penyakit Chikungunya. Mereka tiba-tiba mengalami lumpuh mendadak akibat terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Albhopictus. Akibat penyakit ini, mereka nyaris tidak dapat beraktifitas karena mengeluhkan rasa nyeri di setiap persendian kaki maupun tangan.
Warga mengaku, gejala serangan Chikungunnya awalnya badan mengalami demam tinggi, kemudian diikuti rasa nyeri di seluruh persendian. Selanjutnya, sejumlah bagian tubuh, seperti kaki dan tangan sulit untuk digerakan atau mengalami kelumpuhan. Penyakit Chikungunya menyerang warga secara bergantian setelah sejumlah penderita sembuh, tidak lama berselang muncul penderita baru.
Dinas Kesehatan setempat melakukan fogging di lingkungan tersebut. Selain di rumah, fogging ini juga dilakukan di kawasan perkebunan dan selokan. Metode fogging ini ampuh untuk membunuh nyamuk dewasa. Namun untuk jentik harus dilakukan pemberantasan sarang nyamuk secara masif. Warga juga melakukan kerja bakti untuk memutus rantai penyebaran penyakit ini.
Korban wabah penyakit Chikungunya ini diperkirakan masih bisa bertambah dan meluas, mengingat saat ini kondisi cuaca tidak menentu, serta ditambah lingkungan tempat tinggal yang sangat cocok untuk sarang perkembangbiakan Aedes Albhopictus.







