spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda BERITA UTAMA Tekan Penanganan Penyakit DBD Dirikan Gema Tjantik Germas di Kabupaten Probolinggo

Tekan Penanganan Penyakit DBD Dirikan Gema Tjantik Germas di Kabupaten Probolinggo

278
Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 dirayakan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO 30 November 2023 – Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 dirayakan dengan semangat tinggi di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Meskipun tidak dilaksanakan di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), perayaan HKN kali ini menarik perhatian dengan fokus utama di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton.

Mengusung tema “GERMAS” atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr. Maxi Rein Rondonuwu DHMS MARS, serta Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Dr. Imran Pambudi MPHM. Hadir pula PJ Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat, serta Forkopimda.

Ketua Panitia HKN, Dr. Imran Pambudi, menjelaskan bahwa tujuan digelarnya acara HKN ke-59 di Probolinggo adalah sebagai bentuk komitmen bersama Kemenkes dan Pemkab dalam pengendalian penyakit menular di wilayah tersebut.

Kegiatan HKN berlangsung selama tiga hari, melibatkan masyarakat dalam Gerakan Bersama Bebas Jentik (Gema Jhantik). Kabupaten Probolinggo patut diapresiasi karena menjadi percontohan dengan proyek penanganan demam berdarah (DBD) di Desa Karanganyar dan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Di Aula Lantai 3 Pondok Pesantren Nurul Jadid, santri turut aktif dalam kegiatan, memberikan orasi yang menekankan pentingnya gaya hidup sehat di lingkungan pesantren. PJ Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, menyampaikan bahwa untuk mewujudkan transformasi kesehatan, enam pilar harus diimplementasikan, termasuk transformasi layanan primer, rujukan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

“Sangat penting untuk fokus merubah pelayanan kesehatan dari hanya mengobati menjadi pencegahan. Akses kesehatan dasar harus mendepankan upaya promotif dan preventif,” ungkap Ugas Irwanto. Dia juga menyoroti kasus demam berdarah di Probolinggo, di mana upaya pencegahan menjadi kunci utama.

Dirjen P2P Kemenkes RI, Dr. Maxi Rein Rondonuwu, menambahkan bahwa kesuksesan vaksinasi COVID dan pengendalian pandemi merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Dia menekankan pentingnya layanan primer dengan edukasi langsung kepada masyarakat, sebagaimana yang dilakukan oleh santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid dan Desa Karanganyar bersama petugas jumantik.

Ugas Irwanto menuturkan bahwa komitmen bersama masyarakat dalam Gerakan Bersama Tebas Jentik (Gema Tjantik) menjadi langkah respons cepat Kabupaten Probolinggo. Dirjen P2P Kemenkes RI mengingatkan untuk utamakan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai fokus utama, serta bahwa pencegahan harus menjadi poin utama yang diterapkan melalui edukasi kepada masyarakat.

“Komitmen Kemenkes dan Pemkab Probolinggo untuk mencegah demam berdarah tidak akan melonjak jika kita mulai dari pengendalian di keluarga dan edukasi langsung pada masyarakat. Ini harus menjadi poin utama yang wajib dilakukan,” tambah Ugas Irwanto.

Puncaknya, kegiatan GERMAS atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tidak hanya terbatas di Desa Karanganyar, namun akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Semangat perubahan dan komitmen bersama masyarakat dalam menjaga kesehatan tercermin jelas dalam peringatan HKN ke-59 di Paiton ini.