SIDOARJO – Aksi sosial terus dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPM 7 Tarik, Sidoarjo. Salah satunya dengan melakukan bedah rumah wali murid yang dinilai tidak layak huni.
Bedah rumah tak layak huni ini dilakukan oleh SMK YPM 7 Tarik ,Sidoarjo, berkolaborasi dengan KARTABAMA di Dusun Tempuran, Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Sejumlah siswa dibantu warga setempat dan sejumlah elemen lain berjibaku menurunkan genteng secara estafet hingga beberapa material bangunan lainnya.
Rumah yang selama ini ditempati Fadliyah bersama Almarhum Suami dan tiga orang anaknya sejak 10 tahun terakhir ini, dinilai tak layak huni.
Bukan hanya atapnya yang bocor dan sebagian terbuat dari terpal, namun dinding belakang rumah tersebut juga hanya terbuat dari bambu hingga kamar mandi yang tak layak inilah yang akhirnya membuat pihak SMK YPM 7 Tarik bersama KARTABAMA melakukan bedah rumah.
Fadliyah sendiri sebelumnya tak menyangka jika rumah yang selama ini menjadi tempatnya berteduh dari panas dan hujan, dibongkar dan direnovasi sehingga bisa dinikmati seperti rumah layak huni pada umumnya.
Sementara itu, Dhani Aryanto salah satu guru SMK YPM 7 Tarik mengaku, program bedah rumah tak layak huni ini merupakan wujud kepedulian pihak sekolah kepada wali murid. Program tersebut pertama kali dilakukan di tahun 2023.
Tidak hanya bedah rumah, pihak sekolah juga memberikan beasiswa bagi peserta didik yang kurang mampu.
Dengan adanya program bedah rumah tak layak huni dan beasiswa untuk peserta didik kurang mampu ini, diharapkan dapat meringankan beban wali murid di SMK YPM 7 Tarik, Sidoarjo. Sehingga keberadaan SMK YPM 7 Tarik dapat memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar. (mk)







