
Menghadapi Iran, yang sama sekali gagal membukukan satu kemenangan pun di babak penyisihan Grup A, Indonesia menang dengan skor 76-68.
Catatan dwiganda ditorehkan pemain naturalisasi Indonesia Kimberley Pierre-Louis dan center Gabriel Sophia, masing-masing lewat 19 poin dan 11 rebound serta 10 poin dan 10 rebound.
Sementara itu power forward Yuni Anggraeni dan shooting guard Nathania Claresta Orville sama-sama menyumbangkan 11 poin untuk kemenangan Indonesia.
Di kubu Iran, hanya terdapat dua pemain yang mencapai dua digit angka yakni S. Hadi Abdolvand dengan 17 poin kemudian Edna Eissalanjangi yang mencetak 16 poin.
Sempat tertinggal 10-12 saat menutup kuarter pertama, Indonesia memperbaiki penampilan mereka di kuarter kedua dengan memborong 28 poin.
Lemparan tripoin Agustin Gradita Retong pada sisa waktu semenit 18 detik. Yang berikutnya sebuah jump shot dari Pierre-Louis membawa Indonesia memimpin 38-25 atas Iran saat menyudahi paruh pertama pertandingan.
Konsentrasi anak-anak asuh Lin Chi Wen sedikit menurun pada kuarter ketiga. Sehingga, keunggulan Indonesia terpangkas hanya jadi 58-54 kala memasuki kuarter keempat.
Tambahan 18 poin yang terbukukan dalam kuarter pemungkas cukup untuk mengunci kemenangan bagi Indonesia dengan skor akhir 76-68 atas Iran.
Indonesia punya waktu beristirahat satu hari untuk memulihkan kebugaran dan mempersiapkan diri menghadapi Lebanon, yang lolos sebagai juara Grup A, dalam partai semifinal yang berlangsung Jumat (12/11).
Piala FIBA Asia 2021 Divisi B memperebutkan satu tiket promosi untuk menggantikan India yang bulan lalu terdegradasi dari Divisi A. (Antara/gg)







