Tulungagung – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap makanan takjil yang biasa dijual pedagang musiman. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman pada masyarakat dari peredaran mamin yang mengandung bahan kimia berbahaya. Petugas memeriksa semua sampel makanan yang diambil dengan menggunakan cairan dan kertas khusus.
Dalam pemeriksaan, mereka melibatkan petugas dari puskesmas. Setiap puskesmas diminta untuk mengambil sampel makanan dari penjual takjil di daerahnya. Total terdapat 104 sampel yang mereka periksa. Dari jumlah tersebut petugas menemukan 4 makanan mengandung zat berbahaya berupa Rhodamin dan Boraxs. Bahan-bahan yang peruntukannya bukan untuk produk pangan tersebut. Jika dikonsumsi manusia dalam jangka panjang akan berbahaya bagi kesehatan.
Untuk lebih memastikan kandungan makanan tersebut, petugas akan mengirimkan sampel makanan ke laboraotorium di Surabaya. Mereka akan melakukan penelusuran terhadap asal produk tersebut. Beberapa di antaranya merupakan produksi dari luar kota. Petugas akan melakukan sosialisasi kepada penjual takjil agar tidak menjual kembali produk makanan yang mengandung zat berbahaya ini.
Adanya temuan tersebut, Dinas Kesehatan Tulungagung akan terus memantau peredaran produk-produk makanan takjil di berbagai wilayah di Tulungagung. Untuk mencegah beredar produk mamin kadaluwarsa, petugas akan terus meningkatkan pemeriksaan di pusat-pusat jajanan hingga waktu menjelang lebaran.(bp)







