KEDIRI – Mutiara merupakan salah satu jenis perhiasan yang memiliki banyak peminat sejak dahulu hingga sekarang karena memiliki daya tarik dari kilaunya perhiasan tersebut.
Seiring dengan berkembang industri fashion dan perhiasan, mutiara menjadi pelengkap penampilan wanita masa kini.
Hariyadi, perajin perhiasan asal desa wonocatur, kecamatan ngasem, ini mengaku minat dan daya beli masyarakat saat ini terhadap perhiasan mutiara juga kian bertambah begitu juga di Kabupaten Kediri.
Dibantu oleh istrinya Nike Hermawan, pemilik DNN Pearl ini mengambil mutiara dari Lombok, NTT. Kemudian, ia mengolahnya menjadi cincin, gelang, dan kalung. tidak semua mutiara bisa diolah menjadi aksesoris perhiasan.
Menurutnya, ia sudah menggeluti perhiasan mutiara sejak 2010 lalu. Mutiara yang masih muda kadang warnanya maupun bobotnya bisa berubah. Untuk mutiara yang bagus yang usianya di atas 1 tahun.
Aksesoris mutiara bentuk cincin, gelang, dan kalung dibandrol dengan harga, mulai 150 ribu sampai 5 juta rupiah, tergantung dari warna, bentuk, ukuran ketebalan, serta kemilau mutiara.
Saat ini yang paling banyak diburu oleh kolektor adalah mutiara warna hitam yang harganya bisa mencapai 5 juta sampai 7 koma 5 juta rupiah. Permintaan meningkat saat momen tertentu seperti tahun baru dan lebaran dengan omzet mencapai 40 juta rupiah.







