Banyuwangi – Seorang pria asal dusun genitri, desa gendoh, kecamatan sempu, Banyuwangi, tewas, usai tertabrak kereta api sritanjung, di perlintasan tanpa palang pintu di k pada senin pagi. Karena kerasnya hantaman, tubuh korban sampai terpental hingga puluhan meter, dan kepalanya nyaris hancur.
Di jalur kereta api tanpa perlintasan palang pintu Dusun Genitri inilah peristiwa terjadi. Sudarto, 49 tahun, warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, menemui ajalnya. Tepatnya usai motor yang korban kendarai tertabrak kereta api Sritanjung jurusan Ketapang, Yogyakarta, pada Senin pagi, sekitar pukul 07.45 WIB. Akibat tabrakan tersebut, tubuh korban sampai terpental hingga 20 meter dan masuk ke dalam persawahan. Kepalanya nyaris hancur.
Korban sendiri sebelum tertabrak, berangkat dari rumah, hendak membetulkan tangki semprot miliknya di bengkel, yang lokasinya tidak jauh dari perlintasan tersebut. Namun karena tutup, akhirnya korban memutuskan untuk kembali ke rumah. Namun naas, ketikaย hendak kembali dan melintasi perlintasan tersebut, korban tidak menyadari jika kereta api sritanjung yang melaju dari arah timur ke barat sudah berada dekat dengannya. Karena jaraknya yang terlalu dekat, dan korban sendiri diketahui menderita gangguan pendengaran, akhirnya tabrakan pun tidak dapat terhindarkan. Dan korbanย langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban sendiri sudah dibawa pihak kepolisian ke rsud genteng, guna pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, menurut kesaksian warga, di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan yang memakan korban. Selain faktor kekurang hati-hatian pengendara, EWS atau Earl Warning System yang terpasang, sudah tidak berfungsi selama hampir dua tahun, dan begitu saja, yang menjadi faktor tambahan, kenapa sering terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. (aw)







