spot_img
Jumat, Maret 6, 2026
Beranda EKONOMI Satgas Pangan Gelar Sidak Jelang Ramadan, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Satgas Pangan Gelar Sidak Jelang Ramadan, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

8
Foto : Satgas Pangan Polres Blitar Kota bersama Disperindag saat mengecek harga kebutuhan pokok di Pasar Pon, Kota Blitar, Rabu (28/1/2026).

MADUTV, BLITAR – Jelang datangnya bulan suci Ramadan, tim petugas Satgas Pangan Polres Blitar Kota dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.

Pengecekan dilakukan disejumlah pasar tradisional, salah satunya ada di Pasar Pon Kota Blitar, serta gudang agen sembako di kawasan Jalan Ciliwung, Kecamatan Kepanjenkidul.

Petugas menyisir stok sembako sekaligus memantau harga sejumlah bahan pokok yang biasanya mengalami lonjakan.

Komoditas yang menjadi fokus antara lain, beras, gula pasir, tepung, minyak goreng dan telur. Dari hasil pemantauan, stok mencukupi dan harga relatif terkendali.

Kanit Pidana Ekonomi dan Tertentu Satreskrim Polres Blitar Kota, Iptu Yuno Sukaito mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan sembako utama.

“Stok bahan pokok seperti beras, gula, tepung, telur dan minyak goreng di pasaran maupun agen masih aman hingga Ramadan, harga juga terpantau relatif stabil,” ujar Yuno, Rabu (28/1/2026).

Pantauan di lapangan, harga beras premium kemasan 5 kilogram berkisar Rp74.000-Rp75.000, tepung terigu Rp10.000-Rp12.000 per kilogram, lalu gula pasir berkisar Rp17.000-Rp17.500 per kilogram dan minyak goreng bekisar Rp17.000-Rp18.000 per liter. Sementara telur ayam harganya berkisar Rp27.000-Rp28.000 per kilogramnya.

“Khusus untuk minyak goreng subsidi minyakita stoknya masih ada, karena pedagang baru saja mendapat pasokan dari Bulog,” imbuhnya.

Ditengah kondisi sembako relatif aman, petugas justru menemukan stok kacang tanah lokal menipis di sejumlah kios Pasar Pon, Kota Blitar.

Dampaknya, harga melonjak tajam. Saat ini, harga kacang tanah lokal senilai Rp40.000 per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp28.000 per kilogram.

Menurutnya, pasokan kacang tanah impor masih tersedia, namun kacang tanah lokal lebih banyak dicari pembeli sehingga cepat habis.

“Untuk stok kacang tanah lokal menipis dan harganya naik cukup tinggi. Ini yang akan kami koordinasikan dengan DKPP,” pungkasnya. (Suk)