
Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menjelaskan data korban berubah-ubah seiring perkembangan di lokasi pos komando (posko) yang terbangun di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
“Barusan ini tadi ada warga yang datang ke posko melaporkan salah satu anggota keluarganya turut ikut naik perahu yang terbalik itu,” katanya melalui keterangan tertulis yang wartawan di Surabaya, Rabu malam.
Dengan begitu, Kantor SAR Surabaya merilis data terbaru jumlah total penumpang di perahu yang terbalik tersebut sebanyak 17 orang.
Perinciannya sebanyak 10 orang penumpang selamat, yaitu Mardianaย (58), Hafid (4), Mujianto (30), Budi (35), Arif (39), Mat Sarmuji (56), Abdullah Dimyati Al Adim (3), Tasmiatun (34), Noviandi (30), dan Abdul Hadi (9).
Sedangkan untuk sementara korban penumpang yang hilang menjadi sebanyak tujuh orang. Yaitu Kasian, usia 60 tahun, asal Bojonegoro, Erma fitriani (27/Bojonegoro), Masdian Purnama (27/Bojonegoro), Toro (40/Rembang, Jawa Tengah), Sutri (50/Tuban), Basori (45/Tuban). Terakhir yang baru saja terlapor bernama Dedi Setyo Nugroho asal Tuban.
Hari menjelaskan perahu yang merupakan alat transportasi penyeberangan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, itu terbalik diduga akibat arus yang sangat deras pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB.ย “Perahu tersebut selain mengangkut penumpang orang, juga memuat sepeda motor,” ujarnya.
Upaya pencarian korban perahu terbalik yang hilang untuk sementara terhenti pada Rabu sore pukul 17.10 WIB. Hal tersebut karena kondisi mulai gelap dan arus sungai semakin deras.
Hari memastikan pencarian akan berlanjut hari ini, Kamis 4 November oleh tim gabungan yang melibatkan sebanyak 26 unsur SAR, dari kepolisian, TNI, BPBD, Satpol PP, PMI, Dishub, Dinas Pemadam Kebakaran, asal Bojonegoro, Tuban, Ngawi dan Provinsi Jawa Timur. Tentu dengan bantuan relawan ACT-MRI serta warga sekitar. (Antara/hn)







