
BLITAR β Andika Bayu Pradana (17), warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi salah satu diantara 127 korban meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan suporter pasca pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Jenazah Andika Bayu Pradana tiba di rumah duka dengan diantar ambulans RS Siti Khadijah Kota Blitar pada Minggu (2/10/2022) pukul 09.30 WIB.
“Pihak keluarga mendapat informasi anaknya ikut menjadi korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan pada dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Kepala Desa Kedawung Abdurrahman.
Abdurahman mengatakan keluarga mengabarkan informasi itu ke pihak desa. Lalu, perangkat desa bersama keluarga menjemput jenazah korban ke Malang.
“Pagi tadi, perangkat desa dan pihak keluarga pergi ke Malang untuk menjemput jenazah korban,” ujarnya
Abdurahman menambahkan, sesuai informasi keluarga, korban pamit berangkat melihat pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/2/2022)Β kemarinΒ sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban berangkat bersama dua orang tetangganya sambil berboncengan naik sepeda motor, berangkat dari Blitar menuju ke Malang.
“Kalau teman korban selamat,” ujarnya.
Sementara Warji, ayah angkat korban mengatakan korban memang sering melihat sepak bola di Malang. Kemarin, korban berpamitan ingin menonton sepak bola di Malang.
“Korban ini anak angkat, dia saya rawat sejak kecil. Dia sebenarnya cucu dari kerabat saya,” katanya.(sk)







