
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengatakan kedua negara memiliki tim teknis di bandara, dan Qatar mencarter penerbangan kemanusiaan setiap hari menyusul penarikan pasukan AS seminggu yang lalu.
“Kami berharap dalam beberapa hari ke depan kami dapat mencapai tingkat di mana bandara beroperasi untuk penumpang. Ini juga untuk bantuan kemanusiaan,” kata Sheikh Mohammed pada konferensi pers bersama di Doha, Selasa (7/9), bersama Menlu Amerika Serikat Antony Blinken.
Kerusakan pada landasan pacu, menara, dan terminal bandara, perlu ada perbaikan. Hal ini sebelum penerbangan sipil dapat berlanjut, kata Turki. Akibat kerusakan tersebut, pilot yang terbang masuk dan keluar bandara beroperasi dalam mode “terbang seperti yang Anda lihat”, ujar Menlu Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa. Ia mengatakan kepada saluran televisi Turki NTV bahwa Turki dan Qatar bekerja untuk memastikan bahwa penerbangan kemanusiaan dan komersial dapat beroperasi.
“Untuk kedua hal tersebut, kriteria yang paling penting adalah keamanan,” ujar Menlu Turki.
Turki mengatakan ingin memberikan keamanan di dalam bandara. Hal ini untuk melindungi setiap tim Turki yang bertempat di sana dan menjaga operasi. Akan tetapi, Taliban bersikeras tidak boleh ada pasukan asing yang hadir. Cavusoglu menyarankan tugas itu dapat tersampaikan kepada perusahaan keamanan swasta.
“Di masa depan, jika semuanya kembali ke jalurnya di Afghanistan dan kekhawatiran keamanan dicabut, pasukan Afghanistan dapat melakukan ini. Tetapi saat ini, tidak ada yang yakin. Tidak ada kepercayaan diri,” ujar Cavusoglu. Ia juga mengatakan “delegasi awal” yang terdiri dari 19 teknisi Turki sedang bekerja di bandara Kabul dengan tim Qatar. (Reuters)







