
SURABAYA, MADUTV – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa anti korupsi (AMATI) Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Aksi demo berlangsung dengan damai, meskipun Kepala Dinas (Kadis) Kominfo tidak menemui para mahasiswa.
Menurut para peserta unjuk rasa, fokus utama Meminta klarifikasi dugaan korupsi terhadap Kadis Kominfo menjadi perbincangan hangat di media, peserta aksi menekankan bahwa mereka meminta klarifikasi terkait transferan 50 juta yang disebut fakta persidangan yang menyeret sahat Simanjuntak.
“Tuntutan kita sederhana yaitu meminta kejelasan dan penjalasan secara spesifik dari ibu Sherlita tentang transferan dana 50 juta yang dibuka didalam fakta persidangan terpidana Sahat Tua Simadjuntak” Tegas korlap aksi Ody, Senin (11/12/2023).
Berdasarkan informasi yang beredar Nama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin ikut disebut dalam persidangan Sahat Tua Simandjuntak, Wakil Ketua DPRD Jatim (nonaktif) dari Partai Golkar terdakwa perkara korupsi dana hibah Pemprov Jatim.
“Sherlita yang saat ini menduduki jabatan pubik sebagai Kadis kominfo jatim namun statusnya terduga penerima aliran dana korupsi yang melibatkan Sahat” Tegasnya.
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberatasan Korupsi (JPU KPK) membuka ada bukti transfer Rp 50 juta untuk Sherlita kala belum menjabat Kadiskomimfo Jatim dari Toha yang diduga Kelompok Masyarakat (Pokmas) penerima dana hibah.
“Dugaan ini sudah lama tercium kepublik namun sampai sekarang Sherlita enggan membuka kepada publik tentang keterlibatannya dan Transferan dana tersebut”. Tandasnya.
Senada dengan apa yang disampaikan oleh sekretaris AMATI Jawa Timur Alam Maulana Bahwa jangan sampai jabatan publik di jawa timur di isi orang-orang yang memiliki mental korupsi.
“jangan sampai tampuk kepemimpinan jawa timur di isi oleh orang-orang yang memiliki mental pengecut” Tegasnya.
Ody juga mengaku heran kenapa Ibu Sherlita Dewi Agustin enggan menemui Massa aksi kalau memang dia bersih dari tindakan-tindakan tidak terpuji.
“Kalo memang ibu kadis Sherlita tidak merasa melakukan ataupun menerima aliran dana korupsi seharusnya berani dong memberikan penjelasan kepada publik” Tandasnya.
Sayangnya sampai aksi selasai kadis Kominfo Jawa timur juga tidak menemui aksi massa yang telah menyuarakan keresahan hati mereka.
Para peserta aksi berkomitmen, aksi ini bukanlah yang terkahir akan ada aksi lanjutan kedepan akan mendesak dan isu ini akan kami bawa ke kantor gubernur dan aparat penegak hukum kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“kami tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Sherlita Dewi Agustin kami komitmen kedepan kita akan akan mendesak gubernur untuk memecat dinas komifo jatim dan Menuntut Aparat penegak hukum menegakkan hukum tanpa pandang bulu, KPK juga harus mengusut tuntas aliran dana yang diduga melibatkan Kadis Kominfo Jatim dengan terpidana Sahat Tua Simadjuntak ” tegasnya.(rhm)







