spot_img
Jumat, April 24, 2026
Beranda EKONOMI Produk Mamin RI Unjuk Gigi di Afrika Barat

Produk Mamin RI Unjuk Gigi di Afrika Barat

289

Jakarta – Produk makanan dan minuman RI mengikuti  pameran makanan dan minuman (mamin) terbesar di Afrika Barat. Kegiatan ini mendapat fasilitas dari Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abuja.

“Fasilitasi ini tersampaikan mengingat besarnya peluang ekspor produk mamin olahan Indonesia ke Nigeria. Kebutuhan masyarakat Nigeria akan mamin olahan terus meningkat. Untuk itu, promosi perlu kita lakukan secara terus-menerus. Hal ini agar pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang menjanjikan di Nigeria,” ujar Kepala ITPC Lagos, Hendro Jonathan, lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (7/9).

ITPC memfasilitasi para pelaku usaha Indonesia untuk berpartisipasi di pameran Food and Beverages West Africa (F&B WA). Pameran berlangsung pada 1-3 September 2021 di Landmark Centre Lagos, Nigeria.

Berdasarkan data Trademap, total nilai impor produk makanan olahan (Miscellaneous edible preparations) Nigeria dari dunia tahun 2020 mencapai 525 juta dolar AS.

Produk minuman (minuman beralkohol, dan cuka/beverages, spirits, and vinegar) Nigeria dari dunia tahun 2020 mencapai 305 juta dolar AS. Negara penyuplai utama untuk produk mamin di Nigeria, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, India, Jerman, dan Italia. Barulah selanjutnya Indonesia dengan nilai ekspor 69 juta dolar AS.

”Pembeli Nigeria menginginkan produk mamin dari negara-negara di Asia karena memiliki harga yang lebih terjangkau. Tentu dengan kualitas yang baik. Khususnya daripada produk Eropa dan Amerika yang memiliki harga relatif lebih tinggi,” jelas Hendro. Selain itu, lanjut Hendro, sertifikasi halal pada produk Indonesia juga menjadi daya saing di pasar Nigeria.

“Untuk pembeli dari Nigeria bagian utara, sertifikasi halal pada produk Indonesia sangat menarik perhatian buyers. Ini karena mayoritas penduduk di Nigeria bagian utara adalah masyarakat muslim,” ungkapnya.

Pameran berskala internasional ini digelar langsung secara tatap muka dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Tiga perusahaan Indonesia yang berpartisipasi secara langsung bertatap muka, yaitu PT Jamu Sidomuncul Tbk (minuman energi Kuku Bima), PT Jaya Abadi (biskuit merek Regal), PT Menjangan Sakti (minuman energi Passion), dan PT Orang Tua Group (wafer roll).

Perusahaan dan pelaku UKM yang mengikuti pameran secara daring yaitu Menjangan Sakti Group (minuman energi), UKM Hikma Indonesia (minuman jahe). Ada juga UKM Mitratani Dua Tujuh (bumbu masakan), UKM Sumber Pangan Dunia (olahan buah), UKM Havila (minuman jahe).  Selain itu, ada UKM Koperasi Cooperative Smile Tangerang Banten (makanan olahan beku).

“Keikutsertaan Indonesia di F&B WA 2021 sekaligus membuktikan bahwa di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir, perwakilan perdagangan Indonesia tetap aktif mempromosikan produk Indonesia di kawasan Afrika Barat,” kata Hendro.

Hendro menyampaikan, upaya promosi aktif melalui pameran ini disambut antusias oleh para pengusaha Nigeria dan kawasan sekitarnya.

Pada hari ketiga, pengunjung Paviliun Indonesia mendapatkan banyak permintaan antara lain CV Jaya Abadi (110 permintaan informasi), PT Sidomuncul (65), PT Orang Tua (42), PT Menjangan Sakti (20), PT Inaco (10), dan PT Sumber Kopi Utama (13). (Antara/spg/ed.zl)