
Skuad Jawa Timur pun cukup tangguh dengan keberadaan Widyanta yang berstatus pemain tim nasional bola basket Indonesia.
Namun, mereka ternyata dikandaskan oleh Jawa Barat 9-13 pada babak semifinal. Jawa Timur lalu melangkah ke laga perebutan tempat ketiga melawan Jawa Tengah dan menundukkan lawannya 19-15.
“Cara kami bangkit pada laga terakhir itu luar biasa,” kata pebola basket berusia 24 tahun itu.
Bagi Widyanta Teja, PON Papua menjadi PON keduanya sepanjang karier. Sebelumnya, pada PON 2016, dia membela tim bola basket 5×5 Jawa Timur dan mengantar daerahnya mendapatkan medali perak.
Widyanta pun secara khusus berterima kasih kepada semua orang yang memberikannya kesempatan untuk kembali memperkuat Jawa Timur di PON Papua, meski kali ini pada cabang olahraga bola basket 3×3.
“Terima kasih untuk staf, pelatih dan manajemen. Pasti juga buat teman-teman yang berkorban waktu, keringat dan tenaga sehingga kami bisa sampai di sini. Kami bahagia mendapatkan medali perunggu atau apapun itu,” tutur pemain klub West Bandits Solo itu.
Meski “cuma” memperoleh medali perunggu, penampilan tim putra Jawa Timur sebenarnya tidak terlalu buruk di PON Papua.
Dari lima laga yang mereka tuntaskan, Jawa Timur total membuat 85 poin atau rata-rata 17 poin per-pertandingan. Rasio kemenangan mereka mencapai 80 persen. (Antara/ms/*)







