Connect with us

Australia Open

PM Scott Morrison Bolehkan Petenis Tak Bervaksin Ikuti Australian Open

Diterbitkan

pada

Melbourne Park di Melbourne, Australia, yang menjadi venue Australian Open, tergambar pada 21 Februari 2021 saat pertandingan petenis Serbia Novak Djokovic dan petenis Rusia Daniil Medvedev. (REUTERS/LOREN ELLIOTT)

Australia – Perdana Menteri Australia Scott Morrison hari ini mengatakan petenis yang belum divaksinasi dibolehkan masuk negara itu demi bermain dalam Australian Open awal tahun depan tapi wajib menjalani karantina terkait COVID-19 selama dua pekan.

Penegasan ini bertentangan dengan pernyataan Menteri Imigrasi Alex Hawke yang pekan lalu mengatakan petenis dan atlet apa pun harus sudah dua kali divaksinasi sebelum bisa memasuki negara itu.

Pernyataan Morrison merupakan kabar baik bagi Tennis Australia yang menginginkan petenis nomor satu dunia asal Serbia Novak Djokovic dan pemain-pemain top lainnya yang status vaksinasinya belum jelas bisa mengikuti Grand Slam edisi Australia itu.

“Semua aturan yang sama harus diberlakukan kepada semua orang,” kata Morrison kepada Seven News seperti dikutip Reuters.

“Entah Anda juara Grand Slam, perdana menteri atau pelancong bisnis, pelajar atau siapa saja. Aturannya sama. Pihak negara bagian akan menetapkan aturan karantina sebagaimana adanya.”

Negara bagian Victoria di mana lokasi turnamen Melbourne Park itu berada, hampir pasti memberlakukan wajib karantina sampai batas terketat.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews dengan keras tak mau membiarkan orang belum divaksin masuk ke negara bagian ini namun Selasa mengatakan negara bagiannya akan “mengelola risiko” seandainya pemerintah federal memutuskan membolehkannya.

Djokovic menolak mengungkapkan status vaksinasinya dan pekan lalu mengatakan bahwa dia mungkin tidak mengikuti turnamen L1N2RE2EQ sebagaimana adanya.

Perubahan kebijakan itu kemungkinan akan kontroversial di Victoria yang sudah enam kali menerapkan lockdown sejak awal krisis kesehatan global.

Atlet-atlet profesional di negara bagian itu mewajibkan vaksin, yang juga mencakup pelatih, ofisial, media, dan staf yang terlibat dalam kompetisi elit.

Itu artinya petenis menjadi satu-satunya kelompok tak divaksinasi dalam Australia Open ketika anak gawang, penonton dan wasit wajib menunjukkan bukti vaksinasi.(reuters/*)

Continue Reading
Advertisement

Australia Open

Srdjan: Djokovic Kemungkinan Lewatkan Australian Open

Diterbitkan

pada

Petenis Serbia Novak Djokovic beraksi dalam pertandingan melawan Dennis Novak dari Austria pada babak penyisihan grup Final Piala Davis di Olympiahalle, Innsbruck, Austria, Jumat (26/11/2021). ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger.

Serbia  – Ayah Novak Djokovic, Srdjan Djokovic, mengatakan kemungkinan petenis nomor satu dunia itu tidak akan bermain di Australian Open jika aturan tentang vaksinasi COVID-19 tidak dilonggarkan.

Penyelenggara turnamen Grand Slam tersebut mengatakan bahwa semua pemain harus divaksinasi untuk ambil bagian.

Djokovic sejauh ini menolak untuk mengungkapkan apakah dia divaksin, dan ayahnya mengatakan bahwa sikap badan tenis Australia terhadap pemain yang divaksin sama saja dengan “pemerasan.”

“Mengenai vaksin dan non-vaksin, itu adalah hak pribadi kita masing-masing apakah kita akan divaksinasi atau tidak. Tidak ada yang berhak masuk ke dalam keintiman kita,” kata Srdjan, dikutip dari Reuters, Senin.

“Dengan kondisi pemerasan ini, (Djokovic) mungkin tidak akan (bermain). Saya tidak akan melakukan itu. Dan, dia adalah putra saya, jadi silakan putuskan sendiri.”

Djokovic telah memenangi sembilan gelar Grand Slam di Melbourne Park, termasuk turnamen tahun ini, dan berbagi rekor 20 gelar Grand Slam putra dengan Roger Federer dan Rafa Nadal.

Nadal telah mengkonfirmasi bahwa dia akan bermain di Melbourne Park pada Januari mendatang, tetapi Federer akan melewatkan turnamen karena dalam pemulihan dari operasi lutut.

Australian Open dimulai pada 17 Januari.(reuters)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: