Petugas Eskavator Temukan Mayat Saat Bersihkan Sampah di Aliran Sungai Brantas

60
Evakuasi Mayat di Aliran Sungai Brantas

SURABAYA – Sebuah penemuan mengerikan mengguncang kawasan Jalan Bibis Karah, Karah, Jambangan, Surabaya, pada hari Rabu (23/12/2023) sore. Seorang operator alat berat eskavator dari PT Jasa Tirta, yang sedang melakukan pembersihan sampah dan eceng gondok di Sungai Kali Surabaya, aliran Brantas, menemukan sesosok mayat pria dewasa mengambang di permukaan sungai.

Operator tersebut, Slamet, berasal dari Kertosono, Nganjuk, tengah menjalankan tugasnya sejak pukul 09.00 WIB pagi itu. Saat sedang mengangkat reramban eceng gondok dan sampah dengan sode tan pembersih sampah, ia tiba-tiba terganggu oleh aroma tak sedap yang mirip bangkai hewan dari dalam kabin alat eskavator.

Merasa ada yang tidak beres, Slamet segera mematikan mesin eskavator dan keluar dari kabinnya untuk mencari sumber bau yang mengganggu tersebut. Dia mengikuti aroma tak sedap tersebut hingga ke sisi timur sungai yang mengarah ke jalan setapak akses pintu keluar. Di sana, ia menemukan tubuh seorang pria dewasa terlentang, tak bergerak, dalam posisi terlentang.

Berdasarkan pengamatan awal, mayat tersebut diduga merupakan seorang pria berusia sekitar 40-an tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan mengenakan pakaian kaos berwarna merah. Slamet segera melaporkan penemuan ini kepada pihak keamanan perusahaan tempatnya bekerja, yang kemudian menghubungkannya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan Polsek Jambangan Polrestabes Surabaya.

Ketika petugas kepolisian tiba di lokasi, belum ada warga yang datang dan mengidentifikasi mayat tersebut sebagai anggota keluarganya. Tim forensik dari Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Menurut tim forensik, mayat pria tersebut telah berada dalam air selama lebih dari tiga hari, dan tidak ada benda yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi identitas atau profilnya. Proses pembusukan juga membuat sidik jari pada mayat tidak dapat terbaca oleh alat identifikasi otomatis. Oleh karena itu, diperlukan tahapan identifikasi menggunakan metode lain yang hanya dapat dilakukan di kamar mayat RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kasus penemuan mayat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengungkap identitas dan penyebab kematian pria tersebut. Semua pihak berharap agar keluarga korban segera bisa dihubungi dan proses identifikasi dapat berjalan lancar.