Tulungagung – Hall Crown Victoria Hotel menjadi tempat diselenggarakannya agenda Rembuk Stunting 2023 oleh Pemerintah Tulungagung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Agenda ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tulungagung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun wilayah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulungagung, Siyuk Maryoto Birowo, Wakil Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan, Kasil Rochmad, serta sejumlah pejabat dan perwakilan dari Kemendagri dan Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 242 tamu undangan turut menghadiri Rembuk Stunting kali ini. Mereka terdiri dari para camat, kepala desa di wilayah penanganan stunting, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi profesi dan masyarakat.
Dalam laporannya, Sekretaris BAPPEDA Kabupaten Tulungagung, Rusdianto, menyampaikan bahwa Rembuk Stunting diselenggarakan dengan tujuan menghasilkan rumusan yang dapat menjadi acuan dalam penanganan stunting di Tulungagung. “Output dari kegiatan ini adalah komitmen penurunan stunting yang akan ditandatangani oleh Bupati, Wakil Bupati, perwakilan DPRD, Tim Penggerak PKK, kepala desa, dan perwakilan,” ujar Rusdianto.
Ketua Tim Penggerak PKK Tulungagung, Siyuk Maryoto, juga mengajak para kepala desa untuk tidak ragu menggunakan sebagian anggaran dana desa untuk pencegahan dan penanganan stunting. Penggunaan anggaran tersebut telah diatur dan diperbolehkan.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, dalam kegiatan Rembuk Stunting ini menyatakan dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan oleh tim penanganan dan pencegahan stunting di Tulungagung. Beliau juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh kepala desa di desa-desa yang menjadi fokus penanganan stunting.
Dalam acara ini, Pemerintah Tulungagung memberikan penghargaan kepada para kader yang berperan dalam penanganan dan pencegahan stunting di kabupaten tersebut. Beberapa penerima penghargaan antara lain Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Cabang Fatayat, Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslim, UNITA, UIN Tulungagung, Universitas Bhineka PGRI, STIKES Hutama Abdi Husada, STIKES Karya Putra Bangsa, BAZNAS, dan Perum Jasa Tirta Tulungagung.
Serta penandatanganan berita acara rembuk stunting oleh bupati tulungagung, wakil bupati tulungagung, ketua dprd, ketua pkk tulungagung, organisasi profesi, orgnisasi msyarakat, akademisi, camat, serta perwakilan kepala desa.
Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk terkait pencegahan dan penanganan stunting lintas sektor.







