Bekasi – Peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Bekasi, Jawa Barat, beberapa hari terakhir terus meningkat. Pemerintah Kota Bekasi berencana akan melakukan tracing di sejumlah keramaian seperti stasiun, terminal dan pencapaian vaksinasi.
Pemerintah Kota Bekasi juga menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut menyusul terpaparnya 28 guru serta siswa di sejumlah sekolah.
Dari data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, total kasus dari tanggal 07 Maret 2020 hingga pertanggal 30 Januari 2022 sebanyak 90.667 jiwa. Dengan total sembuh mencapai 85.515 jiwa, atau 94 koma tiga puluh dua persen, total meninggal berjumlah 1139 jiwa dan kasus aktif berjumlah 4.013 tersebar di 56 kelurahan.
Kasus terbanyak perkelurahan di Kota Bekasi, antara lain Pekayon Jaya, Kelurahan Jatimakmur dan Kelurahan Pejuang. Kasus terkonfirmasi baru pada laporan Dinkes Kota Bekasi, pada (29,1,2022) yaitu 89.770 jiwa. Pemkot Bekasi mulai bekerja keras untuk melakukan 3T, yaitu Testing, Tracing dan Treatment di sejumlah wilayah keramaian publik.
Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemkot Bekasi akan melakukan 3T di stasiun Bekasi, terminal dan di daerah lokasi keramaian kedatangan masyrakat. Selain itu pencapaian vaksinasi Covid-19 dan percepatan dosis ketiga atau booster. Terutama untuk lansia dan pihak pengajar seperti guru.
Pemkot Bekasi juga mempersiapkan keterisian bor, bed occupancy rate di RSU Kota Bekasi, Stadion Patriot Chandrabaga, dan RS type D milik Pemkot Bekasi. (red)







