BANYUWANGI – Bisnis budidaya kepiting soka dinilai sangat menjanjikan untuk menunjang ekonomi di masyarakat. Hal tersebut lantaran harga kepiting soka yang bisa mencapai lebih dari 100 ribu rupiah per kilogram.
Bonari dan Mbah Darmin sebagian di antara para pembudidaya kepiting soka mengatakan, jika usaha pengembangan kepiting soka dengan sistem rak ini belum mendapat perhatian lebih dari pemerintah desa setempat maupun dinas terkait.
Meskipun di tempat Bonari sudah pernah ada tinjauan dari perangkat desa untuk memastikan bahwa memang ada budidaya kepiting soka, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan dari kunjungan tersebut.
Ia mengatakan jika ditunjang dengan pelatihan atau pendampingan dari dinas terkait, maka pengembangan kepiting soka dapat semakin mudah.
Sementara itu, Mbah Darmin juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, dukungan dari pemerintah desa maupun dinas terkait juga dinilai sangat penting untuk menunjang kelancaran budidaya kepiting soka. Ia mengatakan jika masih banyak alat yang kurang dan belum memadai. Sehingga ia berharap harapannya ini bisa direalisasikan oleh pihak terkait.
Ia mengatakan, jika budidaya kepiting soka ini dapat berkembang di wilayah Desa Kedung Gebang, maka juga dapat menjadi salah satu potensi yang di milki desa sehingga bisa mengharumkan nama desa.







