spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Jawa Timur Peluang Bisnis Batik Ecoprint Terbuka dan Perajin Banjir Orderan

Peluang Bisnis Batik Ecoprint Terbuka dan Perajin Banjir Orderan

438

Kediri – Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mampu mendulang cuan dari usaha batik ecoprint. Dengan memanfaatkan bahan pewarna alami, batik ecoprint buatannya mendapat perhatian atau minat pasar luar kota. Bahkan, dalam sebulan permintaan mencapai 100 lembar kain.

Agus Praptina atau biasa di sapa Bu Seno, warga perumahan Candra Bhirawa, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Mulai menekuni batik ecoprint.

Sejak mengenal ecoprint tahun 2017, ia mulai menekuni batik ecoprint yang ramah lingkungan. Di karenakan bahan pewarna berasal dari alam, seperti dedaun, batang, bunga dan kulit tumbuhan, yang di dapat dari sekeliling rumah.

Sebelumnya, ibu rumah tangga ini juga pernah menekuni kerajinan tas dari kain perca batik. Kemudian berfikir untuk meningkatkan, kemampuannya dengan menekuni batik ecoprint.

Keahlian seni cetak asal turki ini, di dapat dari sejumlah pelatihan dan kursus. Daun tumbuhan yang biasa untuk perajin untuk motif ecoprint biasanya daun jati, kalpataru, jarak, lanang, kosmos, tabebuya dan bunga airmata pengantin. Ia yang mendapat bantuan satu karyawanya, mengaku, dalam sebulan mampu menjual 50 hingga 100 potong kain. Untuk kemeja, baju gamis, taplak meja, dan sajadah.

Harganya pun juga bervariasi. Untuk kain batik ecoprint ukuran 2 x 1,15 meter, terjual seharga 350 ribu. Untuk sajadah 100 ribu rupiah. Batik ecoprint bahkan bisa untuk kulit domba, untuk bahan sepatu, tas, serta dompet.

Menurut perajin, ecoprint mulai terkenal di Indonesia sejak 2016 lalu. Pelaku usaha di bidang ini masih sedikit sehingga peluang usaha masih terbuka luas.

Cara membuat ecoprint cukup mudah, kain yang sudah di bersihkan dari lilin di rendam, kemudian di bentangkan. Kemudian daun di tata sesuai motif yang di inginkan, selanjutnya di tutup dengan kain, dan di bungkus dengan plastik.

Proses selanjutnya kain dan plastik di gulung dan di ikat, kemudian di kukus selama dua jam. Selanjutnya kain di angkat dan di angin-anginkan selama 4 hingga 5 hari. Selama ini perajin memasarkan batik ecoprint melalui media sosial dan sejumlah pameran.  Pameran tersebut biasanya di Kediri dan sekitarnya. Malang, Surabaya, Madiun, Banjarmasin, dan Jakarta. (me)