spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Jawa Timur Pelatihan Pengoperasian Perahu LCR dan Water Rescue

Pelatihan Pengoperasian Perahu LCR dan Water Rescue

400

Tulungagung – LMI bersama BPBD Kabupaten Tulungagung dan Mitra Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) gelar latihan Pengoperasian Perahu LCR dan water rescue di Bendungan Wonorejo (27/11) yang diikuti dari berbagai lintas relawan se-Tulungagung hingga rekan-rekan difabel (percatu/persatuan cacat tubuh).

Pelatihan relawan ini dilakukan setiap satu bulan sekali dengan basic pelatihan berbeda tiap bulan. Pada pelatihan kali ini berupa pelatihan pengoperasian perahu karet berjenis LCR dengan pelatihan khusus SAR air dilakukan guna meratakan kemampuan kerelawanan setiap relawan.

Program ini diisi beberapa pemateri yakni Fadly Ahmad, Staff Kerelawanan dan Kesiap-siagaan, Ahmad Ramdani Anggota BNPB, dan pemateri utama sekaligus penggagas FPRB, Dedy Eka Puranama sebagai Kabid. Penecegahan dan Kesiap-siagaan.

Acara dimulai dari pukul 09.00 WIB dengan peserta 100 orang. Dari jumlah total peserta dibagi menjadi dua sesi dalam waktu berbeda. Namun, sesi kedua berlangsung pada minggu depan di tempat yang sama. Sehingga dalam sesi pertama ini jumlah yang berpartisipasi sebanyak 50 orang.

Pelatihan pengoperasian perahu LCR dan water rescue yang menggunakan 2 Perahu Karet LCR dan 2 Mobil Ambulance LMI digelar sebagai rangkaianย  kegiatan Arisan Ilmu di Bidang Penguatan Kapasitas Relawan FPRB. Dalam pelatihan ini pihaknya bersinergi dengan semua Mitra FPRB dan didukung penuh oleh BPBD Kabupaten Tulungagung.

Manajer Penanggulangan Bencana Laznas LMI juga Koordinator FPRB Susanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar kemampuan personil relawan Mitra FPRB dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi kondisi kedaruratan di air serta menghadapi potensi bencana banjir.

Deddy Eka Purnama, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tulungagung mengatakan, dengan diadakannya peningkatan kapasitas relawan Mitra FPRB seperti ini, selain tugas mitigasi bencana baik itu edukasi, sosialisasi dan simulasi bencana, maka diharapkan bisa meningkatkan pelayanan mitra FPRB di masyarakat Tulungagung, terutama dalam memberikan pertolongan saat terjadi musibah atau bencana di air.

Selain pengoperasian perahu LCR, Ada beberapa teknik yang dilatih untuk menambah ketangkasan dalam melakukan penyelamatan di dalam air. Mulai dari teknik penyelamatan di air, pengenalan peralatan keselamatan, proses evakuasi pengangkatan korban dari air, penyelamatan korban tenggelam, sampai teknik pertolongan pertama saat penyelamatan di air.