Sleman – Ratusan warga Kapanewon Sleman, DIY berbondong-bondong mendatangi Kantor Kapanewon Sleman untuk berburu minyak goreng seharga 14 ribu rupiah.
Minyak goreng yang diburu masyarakat merupakan distribusi pemerintah setempat dengan dinas terkait. Dalam pembelianya, masyarakat hanya dibatasi membeli maksimal dua liter.
Operasi minyak murah tersebut disambut baik oleh warga yang berasal dari sejumlah kalurahan. Meski pembeliannya dibatasi dua liter setiap pembeli, namun sedikitnya 34 box yang berisi 12 liter dalam satu boxnya habis terjual dalam sekejap.
“Ya, sangat terbantu karna harganya sudah kembali ke harga yang seharusnya barangkali tidak memberatkan warga. Per liternya masih kisaran 20 ribu. Kalau disini kan 14 ribu ya per liternya, jadi selisih 6 ribu ya bisa untuk belanja lainnya. Maksimal di sini 2 liter.”
Sementara itu, harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar tradisional di Sleman, hingga kini masih berada di kisaran 20 ribu rupiah setiap liternya. Harga tersebut hingga kini belum ada subsidi minyak goreng dari pemerintah.
Digelarnya operasi pasar ini, didatangkan melalui APRINDO atau Asosiasi Pengusaha Retail Modern. Dari Provinsi Yogyakarta, Kabupaten Sleman mendapatkan 572 box yang satu boxnya berisi 12 liter atau sebanyak 6.864. Jumlah tersebut akan dibagikan 200 box untuk 6 kapanewon yang masing-masing akan mendapatkan 33 hingga 34 box setiap satu kapanewon.
“6 bulan ke depan akan menggelontorkan 1,2 milyar liter untuk seluruh indonesia. Untuk Sleman ini yang pertama melalui jaringan APRINDO, Asosiasi Pengusaha Retail Modern ya. Jadi di toko-toko modern ini sudah ada stok khusus dari pemerintah pusat yabg diperuntukan untuk masyarakat umum. Ini kami memantau mereka menjual 14 ribu perliter walaupun dalam satu hari langsung habis.”
Selain dibagikan ke enam kapanewon, juga akan dialokasikan ke sejumlah UMKM yang produksinya banyak menggunakan bahan baku minyak goreng. Sementara 222 box lainnya atau yang berisi 2.664 liter minyak goreng kemasan lainnya akan dibagikan ke toko-toko retail sehingga masyarakat umum juga bisa membelinya dengan harga normal. (red)







