Nganjuk – Wayang Anjukladang Dikukuhkan Menjadi Karya Inovasi Budaya Khas Nganjuk

Nganjuk – Wayang Anjukladang dikukuhkan menjadi karya inovasi budaya khas Nganjuk oleh PLT. Bupati Nganjuk, di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Wayang Anjukladang karya Ki Dalang Badar Alam terkukuhkan menjadi karya inovasi budaya khas Kabupaten Nganjuk dalam dunia pendalangan.

Karya putra daerah asli Nganjuk tersebut akan menjadi ikon budaya, baik di tingkat daerah maupun nasional. Menurut pengkarya, Ki Badar Alam,Wayang Anjukladang menceritakan tentang perjalanan Pu Sindok sebelum menjadi raja di Jawa Tengah. Hingga akhirnya ternobatkan menjadi Raja Mataram Medang di Jawa Timur.

Hal yang membuat berbeda dari wayang pada umumnya, Wayang Anjukladang memadukan dua genre wayang sekaligus, yaitu Wayang Purwo dengan Wayang Madyo. Sehingga Wayang Anjukladang memiliki karakteristik yang berbeda dari wayang-wayang pada umumnya.

Tidak hanya karakter wayang yang berbeda, Ki Badar Alam juga sudah menyiapkan belasan lakon dengan iringan gamelan yang tidak ada dalam lakon wayang yang lain.
Seperti usai pengukuhan, Ki Badar menggelar pertunjukan padat dengan lakon penetapan Sima Anjukladang dengan tokoh utama kepala Rama Samgat Pu Anjukladang.

Menurut PLT. Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi, Wayang Anjukladang menjadi ikon budaya asli dari Kabupaten Nganjuk. Ini karena memiliki latar sejarah khas Nganjuk dan karakteristik yang berbeda dari wayang pada umumnya. Rencananya pemerintah daerah segera mensosialisasikan Wayang Anjukladang kepada warga masyarakat Nganjuk agar masyarakat cepat mengenalnya.

Sebelumnya, Wayang Anjukladang sudah pernah tampil kepada publik. Pertama kali, terlihat di wilayah Kecamatan Tanjunganom. Kemudian berturut-turut secara virtual terlaksana di Sanggar Astabrata, Jalan Mastrip Nganjuk. (sh)