spot_img
Minggu, April 19, 2026
Beranda Jawa Timur Nasib Mujur Seorang Cleaning Service Penghafal Al-Qur’an

Nasib Mujur Seorang Cleaning Service Penghafal Al-Qur’an

184

Surabaya – Nasib mujur dialami seorang remaja dengan nama Febri, nama asli Febri Andi Hediana. Remaja laki-laki berusia 20 tahun asal Surabaya yang berniat ingin melamar pekerjaan sebagai cleaning service. Namun, karena ia seorang penghafal Al-Qur’an atau hafidz justru ditawari jadi polisi.

Febri mengaku tidak ada niat yang muluk apalagi untuk jadi seorang polisi sebab baginya semua itu adalah sesuatu yang mustahil baginya. Ia hanya ingin membantu ibunya mencari nafkah dengan rezeki halal apapun pekerjaannya. Pasalnya, ia merupakan anak laki-laki satu-satunya yang harus menanggung beban keluarganya pasca sang ayah meninggal dunia.

26 Januari 2022, Febri melamar pekerjaan sebagai cleaning service di Polda Jatim, tepatnya di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas). Ia bertemu dengan Dirbinmas Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, kepala di satuan kerja tersebut untuk memastikan apakah diterima atau tidak untuk bekerja.

Pada kesempatan itu, Febri ditanya oleh Kombes Pol Asep selain cleaning service Febri bisa dalam bidang apa. Rupanya, Febri menjawab kalo ia lulusan pondok pesantren dan penghafal al-qur’an. Mendengar jawaban tersebut, Kombes Pol Asep tidak berfikir panjang dan Febri diterima bekerja sebagai cleaning service di kantor ia bekerja.

Tak disangka, percakapan antara Febri dengan Kombes Pol Asep ada yang merekam dan diposting di media sosial. Alhasil video tersebut viral dengan beragam komentar positif dari netizen.

Terkait video tersebut, Kombes Pol Asep Irpan Rosadi meluruskan beberapa waktu terakhir ini ada beberapa video viral terkait clening service yang langsung diterima sebagai anggota polisi.

“Sebetulnya tidak langsung diterima sebagai anggota polisi, tetapi diterima sebagai staf saya di sini. Selaku staf yang bantu kebersihan di sini. Selain itu saya tanya, kamu selain sebagai cleaning service apalagai yang kamu bisa kamu tonjolkan sebagai kompetensimu. Dia bilang lulusan pondok dan hafidz, begitu mendengar dia sebagai hafidz saya tidak ada pikir lain-lain lagi, kamu gak usah jadi cleaning service lagi kalau sudah hafiz, bisa lebih tinggi lagi. Pertama kamu bisa ajari saya dan ngajari yang lain di sini membaca al-qur’an. Kedua kamu mau jadi polisi? Nanti kamu saya latih,” jelasnya Dirbinmas Polda Jatim saat di temui di ruang kerjanya pada senin (31/1/2022).

“disini kamu ajari anggota lain, selain itu kamu bersihkan ruangan saya, selesai bersih kamu boleh setor bacaan ayat suci ke saya. Kalo ada acara binmas di lapangan, ada acara keagamaan, kamu saya ajak. Kamu saya latih, tahun depan ada pembukaan, kamu bisa ikut rekrutmen. Itu yang saya luruskan. Tetap dia ada prosesnya, tetapi ada jalurnya melalui jalur rekrutmen pro aktif,” tambahnya Kombes Pol Asep meluruskan video yang viral itu.

Sementara, Febri saat ditawari jadi polisi ia hanya jawab “Insyaallah”, pasalnya ia mengaku belum tentu besok bisa melewati tes itu.

“Makanya saya jawab InsyaAllah.” ucapnya dengan nada rendah dan merunduk.

“Saya tidak tau kalau ada yg ngevideo itu tadi. Videonya diam tanpa sepengetahuan saya dan pak direktur, saya tahu waktu hari Minggu kemarin tiba viral,” imbuh remaja bernasib mujur itu.

Selain itu, Febri juga menjelaskan, niatnya melamar hanya ingin bekerja sebagai cleaning service dan tidak ada niat lain.

“Saya senang, saya cuma di sini ingin jadi cleaning service gak ada niatan lain,” ucapnya. (me)