
Blitar – Menteri Sosial Tri Risma Harini menjenguk RK (3), balita warga Desa Pasirharjo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar yang jadi korban penganiayaan orang tua asuh yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.
Risma menjenguk balita RK yang masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Minggu (4/9/2022).
Begitu tiba di lokasi RSUD Ngudi Waluyo, Risma dan rombongan langsung menuju kamar perawatan. Lalu berinteraksi dengan RK dan ibunya.
Risma mengaku mendapatkan kabar soal adanya balita malang tersebut dari media scanning yang dilakukan kementerian sosial.
“Saya lihat ada sesuatu, apa masalahnya kok aneh anak dititipkan ke tetangganya. Tapi ibunya sudah pulang dan ijin ke PJTKI,” ujar Risma.
Dia menambahkan, balita tersebut saat ini kondisinya fisiknya susah membaik namun seperti mengalami trauma berat.
“Jadi ini staf saya direktur anak saya tugaskan tinggal disini untuk menangani masalah ini,” tegasnya.
Risma juga meminta kepada ibu balita agar tidak berangkat bekerja menjadi TKI. Karena kondisi anaknya yang trauma dan tidak mau dengan siapapun selain dengan sang ibu.
“Untuk masalah dengan PJKTI di Malang kita selesaikan. Nanti ibunya kita tawari untuk bekerja di Makam Bung Karno karena itu kan di bawah Kementerian Sosial,” papar Risma.
Sementara Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan, saat ini kedua terduga pelaku telah diamankan. Terduga pelaku adalah orang tua angkat korban berinisial T (48) dan N (40).
“Orang tua angkat yang bersangkutan yang menjadi terduga pelaku sudah diperiksa dan sudah ditahan. Proses sudah berjalan,” ujar Adhitya.
Berdasarkan pengakuan kedua pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan alasan korban sering ngompol sembarang tempat.
“Kata pelaku anak ini sering pipis dimana-mana tanpa memberi tahu orang tuanya sehingga ini memicu kejengkelan. Kami juga mendalami dari tetangga sekitar pelaku laki-laki atau suaminya ini memang temperamental,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, balita berusia 3 tahun mengalami penganiayaan oleh orang tua angkatnya sendiri.
Balita malang itu ditinggal ibu kandungnya menjadi TKI, kemudian pelaku yang belum punya anak meminta agar anak tersebut bisa diasuh. Baru dititipkan sekitar sebulan, korban mengalami penganiayaan hingga mengalami luka lebam dan memar di sekujur tubuhnya.(sk)







