
Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari, melakukan penandatanganan perjanjian yang akan membawa dampak positif besar bagi pemuda Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung pada Jumat (15/9) siang, di Ruang Rapat Lantai 1, Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.
Dalam konteks yang begitu bersejarah ini, hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2022 menjadi fakta yang penting untuk diperhatikan. Menurut survei tersebut, terdapat sekitar 65,82 juta jiwa dari penduduk Indonesia yang berada dalam kelompok usia 16-30 tahun, yang merupakan bagian dari kalangan pemuda. Angka ini mencerminkan potensi luar biasa dari pemuda Indonesia dalam berbagai bidang.
Kemenpora RI beberapa hari lalu telah menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama para penggiat pemilu, dan hasilnya menunjukkan bahwa diperlukan sosialisasi yang lebih relevan terkait pemilu di masa kini.
Menpora RI Dito Ariotedjo dalam pernyataannya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara Kemenpora dan KPU. Ia menyatakan, “Kami berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan KPU dalam upaya membangun kesadaran pemuda terhadap pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi, khususnya dalam pemilu. Pemuda adalah tulang punggung bangsa, dan kami akan memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pemilu yang adil dan demokratis.”
Ketua KPU Hasyim Asy’ari juga menekankan pentingnya perjanjian ini, yang melibatkan beberapa lembaga kunci seperti Kemenag dan PPATK. Ia menyatakan, “Penandatanganan MOU ini adalah bukti bahwa penyelenggaraan pemilu melibatkan banyak pihak. Kolaborasi ini akan membantu dalam menyelenggarakan pemilu yang transparan, jujur, dan adil, serta meningkatkan partisipasi pemuda dalam proses demokrasi.”
Selain dengan Kemenpora, KPU juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah-langkah ini adalah langkah positif dalam memastikan pemilu di Indonesia berlangsung dengan baik dan memberikan kesempatan bagi pemuda untuk berperan aktif dalam membangun masa depan negara ini.
Kerjasama yang erat antara Kemenpora RI dan KPU, serta keterlibatan berbagai pihak terkait lainnya, akan membantu memperkuat fondasi demokrasi Indonesia. Ini adalah langkah yang optimis dan penting menuju pemilu yang lebih inklusif dan partisipatif, di mana suara pemuda Indonesia akan didengar dan dihargai sepenuhnya. Semoga kolaborasi ini menjadi tonggak bersejarah bagi masa depan yang cerah Indonesia.







