
JAKARTA TIMUR – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dan Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono, telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang sangat penting untuk kemajuan kesehatan di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung pada Senin, 6 November lalu, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Nota Kesepahaman ini merupakan tonggak bersejarah dalam upaya meningkatkan sinergi penyelenggaraan pelayanan kesehatan antara TNI dan Kementerian Kesehatan. MoU ini berlaku selama 5 tahun dan mencakup beragam aspek penting, seperti pelayanan kesehatan, penanggulangan dan pencegahan penyakit menular dan tidak menular, penanggulangan krisis kesehatan, kesehatan masyarakat, sosialisasi dan pelaksanaan program kesehatan, pendidikan dan pelatihan SDM bidang kesehatan, pengelolaan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan, logistik kesehatan, riset bidang kesehatan, kerja sama luar negeri bidang kesehatan, dan berbagai kegiatan lainnya yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara TNI dan Kementerian Kesehatan. Ia menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki terkait dengan kesehatan masyarakat Indonesia, terutama dalam menjaga keselamatan tenaga kesehatan, terutama di daerah.
Koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara TNI dan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat menghasilkan pembangunan yang berwawasan kesehatan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan gerakan masyarakat untuk hidup sehat. Transformasi dalam bidang kesehatan membutuhkan dukungan dan kemitraan yang kokoh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, akademisi, dan media.
Peran TNI sangat penting dalam mendukung pembangunan kesehatan di Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengakui bahwa TNI memiliki sumber daya yang dapat selalu siap mendukung upaya kesehatan, baik dalam situasi normal maupun saat terjadi krisis kesehatan seperti pandemi COVID-19 dan bencana lainnya.
Dalam situasi normal, TNI telah membantu memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan serta menjaga keamanan kesehatan global dengan sumber daya kesehatan yang dimilikinya. Ketika terjadi krisis, seperti pandemi sebelumnya, TNI telah memberikan dukungan yang signifikan dalam keberhasilan vaksinasi, evakuasi medik, pelayanan kesehatan, pengujian, pelacakan, perawatan, penyediaan sarana prasarana, dan logistik yang diperlukan.
Sebelumnya, pada Februari 2017, Kementerian Kesehatan dan TNI telah menyusun Nota Kesepahaman tentang pelayanan kesehatan yang berakhir pada tahun 2022. Namun, dengan berbagai tantangan kesehatan yang masih ada, diperlukan kelanjutan dari Nota Kesepahaman tahun 2023-2025.
Menteri Kesehatan menyatakan bahwa dengan perjanjian ini, diharapkan sinergi antara Kementerian Kesehatan dan TNI akan semakin kuat, yang akan mempercepat pelaksanaan dan meningkatkan kualitas transformasi kesehatan serta mencapai target kesehatan nasional dan global.
Panglima TNI Yudo Margono menekankan bahwa tugas TNI adalah menjaga keutuhan NKRI dan keamanan bangsa dan negara. Bersama-sama, kita juga harus fokus pada ancaman-ancaman seperti kelaparan dan bencana yang dapat terjadi setiap saat.
Penandatanganan MoU ini merupakan langkah besar dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kerja sama yang kuat antara Kementerian Kesehatan dan TNI akan menjadi landasan yang kuat untuk mencapai tujuan bersama dalam bidang kesehatan. Semoga Indonesia akan menjadi negara yang lebih sehat dan kuat melalui sinergi ini.







