spot_img
Rabu, Mei 6, 2026
Beranda OLAHRAGA Mengenal Stanley Tjia, Wasit Esport Indonesia Berlisensi Internasional

Mengenal Stanley Tjia, Wasit Esport Indonesia Berlisensi Internasional

395

Jayapura – Kecintaan Stanley Tjia kepada dunia game membuat dia akhirnya menekuni pekerjaan sebagai wasit esport.

Pria berusia 38 tahun itu awalnya adalah seorang pemain profesional pada awal tahun 2000-an. Dia bahkan sempat turun dalam World Cyber Game, ketika Indonesia mengikuti ajang internasional untuk pertama kalinya.

Pada saat itu, menurut Stanley, profesi sebagai pemain esport tidak semenjanjikan seperti saat ini. Semua turnamen yang dia ikuti dibiayai secara pribadi.

Lelah menjadi pemain profesional, tawaran menjadi wasit esport datang pada 2016 ketika Federasi Esport Internasional (IESF) mencari wasit untuk esport secara resmi.

Kembali pada saat itu, Stanley bercerita perekrutan melibatkan sekira 25 negara, termasuk negara-negara Eropa. Dari situ hanya 10 orang yang tersaring dan diterima menjadi wasit resmi untuk turnamen internasional.

“Setelah video call, setelah tes lisan tulisan juga, kirim biografi, kasih contoh study case, setelah penilaian itu dua minggu kemudian baru dihubungi. Nah, saya salah satunya dari 10 orang itu,” ujar Stanley kepada Antara di arena Hoki dan Kriket di Doyo Baru, Jayapura, yang menjadi tempat bertanding ekshibisi esport PON XX Papua.

“Satu-satunya wasit di Indonesia sertifikat IESF itu baru saya,” dia melanjutkan.

Stenly akhirnya mengantongi predikat sebagai wasit internasional. Namun sertifikasi tersebut hanya berlaku satu tahun. Meski begitu, Stanley masih masih seringkali diminta untuk memimpin jalannya pertandingan.

Pada 2018 misalnya, dalam ekshibisi esport di Asian Games Jakarta, Stanley turut menjadi wasit. Begitu pula saat SEA Games 2019 Manila, dia juga diminta untuk menjadi wasit oleh Komite Olimpiade Filipina.

1
2
3