
MADIUN – Dalam suatu upaya yang luhur untuk menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya nenek moyang, paguyuban benda pusaka telah menggelar pameran spektakuler di Gedung Des Kran Asda Kota Madiun. Tema pameran yang menggema, “Kebudayaan Menuju Kota Maju Mendunia,” menghadirkan deretan benda pusaka yang menjadi saksi bisu kejayaan zaman dahulu, terutama keris-keris yang telah mencatat jejak dari berbagai kerajaan Nusantara.
Di bawah bimbingan ketua panitia, Catur Wardono, pameran ini berlangsung sebagai perayaan atas warisan budaya yang luar biasa berharga. Pameran yang dihadirkan oleh Paguyuban Panji Madiun ini bertujuan untuk menghidupkan kembali dan menghormati keberagaman budaya yang telah menghiasi masa lalu. Bukan hanya sekadar perayaan, pameran ini juga merupakan sebuah kesempatan bagi masyarakat untuk merenung dan menghargai perjalanan budaya yang telah membentuk ciri khas bangsa.
Ratusan keris yang dipamerkan merupakan saksi bisu dari masa kerajaan-kerajaan Nusantara yang pernah berdiri. Dengan beragam jenis dan bentuk, keris-keris ini memberikan pandangan yang mendalam tentang seni dan keahlian yang terkandung di dalamnya. Dari masa kejayaan Majapahit hingga kerajaan-kerajaan lainnya, setiap keris menceritakan cerita unik yang tak terlupakan.
Pameran ini turut mendapatkan penghormatan langsung dari Walikota Madiun yang membuka acara tersebut. Dalam kunjungannya, Walikota tidak hanya menikmati keris-keris yang dipamerkan, tetapi juga merasa terkesima dengan keris raksasa berpanjang 1,5 meter yang menjadi salah satu bintang pameran.
Tak hanya keris, pameran ini juga memamerkan berbagai barang bersejarah lainnya, seperti batu akik dan pipa rokok. Keberagaman peserta yang ikut serta dalam pameran ini juga menggambarkan semangat nasionalisme dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya. Bukan hanya warga Kota Madiun, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Surakarta, dan Ponorogo.
Catur Wardono, ketua penyelenggara dari Paguyuban Panji Madiun, berbagi pandangannya dalam sebuah wawancara. Menurutnya, pameran ini adalah sebuah panggilan untuk mengenang dan menghormati kekayaan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Ia berharap bahwa pameran ini akan merangsang minat generasi muda untuk lebih memahami dan melestarikan warisan budaya ini.
Melalui pameran pusaka ini, kita tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga menguatkan semangat kita untuk memajukan budaya kita di masa depan. Dengan tangan terbuka, kita dapat merangkul perbedaan dan membangun fondasi yang kokoh untuk melangkah menuju kejayaan dunia yang lebih besar.







