Mantan Bupati Buru Selatan Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Kasus Korupsi dan Pencucian Uang Proyek

54

Jakarta – Konferensi pers digelar KPK Rabu, (26/1/2022) di Gedung Merah Putih Jakarta Selatan, menetapkan Mantan Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulissa sebagai tersangka kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji gratifikasi serta pencucian uang proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tahun anggaran 2011-2016.

Penetapan tersangka mantan Bupati Bursel dua periode itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar setelah ditemukan bukti permulaan hingga perkara naik ke tahap penyidikan.
Setelah dilakukan pengumpulan informasi dan data, kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup. KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka.

Selain Tagop, dua pihak swasta turut ditetapkan sebagai tersangka yakni Johny Rynhard Kasman (JRK) dan Ivana Kwelju (IK).

Selain penetapan tersangka, Tagop dan Johny langsung ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat selama 20 hari ke depan. Sementara Ivana Kwelju belum ditahan. KPK juga menghimbau Ivana kooperatif penuhi panggilan KPK.

Sebagai penerima, Tagop dan Johny disangkakan melanggar pasal 12 huruf A atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan Pasal 3 dan atau 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Sementara, tersangka Ivana Kwelku sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf A atau B atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (red)