
BLITAR – Puluhan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (NU) Blitar, menggelar aksi demo Jumat (9/8/2022). Mereka menggeruduk kampus untuk menuntut transparansi dana yang dihimpun dan dikelola oleh pihak kampus.
Mahasiswa juga mengecam pencabutan surat keputusan (SK) badan executive mahasiswa (BEM) dan dewan perwakilan mahasiswa (DPM) UNU Blitar.
“Yang kami permasalahkan adalah transparansi pendanaan organisasi kemahasiswaan. PPL, KKN skripsi naik namun fasilitas tidak diberikan sepantasnya dengan nominal kenaikan. Naiknya dari Rp 250 ribu ke Rp 450 ribu per-mahasiswa,” ujar perwakilan mahasiswa UNU Blitar, Nurul Aini.
Dia menambahkan, ketika diminta kejelasan, pihak kampus justru memberikan jawaban yang membuat kesal mahasiswa.
“Jawaban dari kampus tidak membuat kami puas karena mereka jawabnya ketika uang mahasiswa masuk ke kampus adalah sepenuhnya urusan kampus mahasiswa tidak perlu tahu,” jelasnya.
Mahasiswa sempat bertahan di depan pintu gerbang kampus. Hal itu lantaran pihak kampus tak ada yang menemui mahasiswa.
Sementara Wakil Rektor II Yauma Tartibi mengatakan tuntutan mahasiswa sebenarnya sudah dijawab. Namun mungkin tidak ada kepuasan yakni soal dana KKM, PKL dan Skripsi.
“Kegiatan itu dilakukan pejabat periode sebelum kami sehingga kami juga tidak bisa menjawab. Karena peralihan kepemimpinan ini laporan penggunaan dana juga belum kami terima,” ujarnya.(sk)







